KBRI Tokyo Luncurkan Program Belajar Jarak Jauh untuk Anak-anak WNI di Jepang

limapagi.id | Global | Published at 20/07/2021 14:29
KBRI Tokyo Luncurkan Program Belajar Jarak Jauh untuk Anak-anak WNI di Jepang

LIMAPAGI - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi, meluncurkan program layanan pendidikan dasar dan menengah berupa Kursus Jarak Jauh (KJJ) untuk Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

Program ini, menawarkan kursus tiga mata pelajaran, yakni Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Bahasa dan Sastra Indonesia, kata Dubes Heri disadur dari keterangannya, Selasa, 20 Juli 2021.

Heri mengatakan, tiga mata pelajaran itu merupakan fondasi pembentukan karakter dan jati diri seseorang sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Ketiga fondasi tersebut hanya bisa didapatkan di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), dan tidak diajarkan pada sekolah umum di Jepang, ujarnya.

KBRI, lanjut dia, ingin memastikan anak-anak WNI di sekolah umum atau sekolah internasional memiliki wawasan kebangsaan dan paham ideologi negara dengan program KJJ, dan ini gratis.

Heri mengutarakan, pihaknya juga mau memastikan anak WNI yang tinggal di Jepang bisa terfasilitasi pendidikannya di SILN Tokyo.

Melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), pihaknya mengajukkan izin kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) supaya bisa melakukan pendidikan jarak jauh.

Sementara itu, perwakilan Atdikbud Yusli Wardiatno menerangkan, dalam penyusunan kurikulum KJJ dilakukan lewat kerja sama dengan Kepala Sekolah dan Guru-guru SILN Tokyo.

Penyusunan kurikulum dan sosialisasi KJJ telah berlangsung sejak Januari 2021, baik melalui media sosial atau pun pertemuan langsung dengan masyarakat di daerah yang cukup banyak WNI, ungkap Yusli.

Dia berpendapat, kursus ini merupakan bagian dari peningkatan layanan pendidikan bagi seluruh WNI yang ada di Jepang dalam menanamkan cinta Tanah Air.

Dengan peluncuran KJJ, KBRI ingin memastikan bahwa negara hadir dalam melayani masyarakat pada sektor pendidikan di Jepang, imbuh dia.

Artikel Asli