Bayi Meninggal Setelah Diberi Gas Tertawa oleh Dokter, Dikira Oksigen

inewsid | Global | Published at 13/07/2021 15:30
Bayi Meninggal Setelah Diberi Gas Tertawa oleh Dokter, Dikira Oksigen

SYDNEY, iNews.id - Bayi yang baru saja dilahirkan di Australia meninggal dunia akibat kesalahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Bocah laki-laki bernama John Ghanem itu seharusnya mendapat oksigen, namun malah diberi gas tertawa sehingga meninggal satu jam setelah lahir.

Dikutip dari News.com.au, dokter secara tidak sengaja memberikan gas tertawa atau nitrogen oksida ke tubuh John. Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa ada kesalahan pemasangan yang tidak disadari petugas medis saat itu.

Peristiwa ini terjadi di ruang operasi Rumah Sakit Bankstown-Lidcombe, Sydney, 13 Juli 2016, namun kasusnya baru diungkap belakangan ini.

Kesalahan pemberian oksigen terungkap setelah seorang dokter mengamati ada kejanggalan pada bayi. Dia mendapati kondisi John mirip seperti anak laki-laki yang sebelumnya meninggal setelah mendapatkan nitrogen oksida.

Pengadilan Koroner Lidcombe mengungkap, dokter kandungan memutuskan untuk melakukan operasi Caesar darurat terhadap ibu korban, Sonya. Setelah persalinan, bayi dibaringkan di unit resusitasi karena lehernya terlilit tali pusar sehingga tidak bisa bernapas dengan normal.

Dokter kemudian memasangkan masker pada bocah itu untuk memompa udara ke paru-paru, namun bayi tetap tidak merespons. Mereka lalu menghubungkan masker tersebut ke saluran gas berlabel oksigen. Tidak lama kemudian bayi meninggal. Upaya penyelamatan termasuk pemberian napas buatan dan suntikan adrenalin gagal memulihkan kondisinya.

Kepergian korban sangat memukul Sonya dan suami, Youssef. Bahkan lima tahun setelah kejadian, mereka masih rutin mendatangi kamar korban untuk menengok ranjangnya.

"Saya pulang dan melihat kamarnya, tidak ada bayi. Saya masuk (rumah sakit) dengan tangan kosong mengira akan menggendong bayi yang baru lahir, tapi tidak," kata Sonya yang juga sudah memiliki tiga anak.

Laporan mengungkap, beberapa pekan sebelum kematian John, bayi lain juga mengalami kerusakan otak permanen setelah secara tidak sengaja diberi gas tertawa di ruang operasi yang sama.

Gas tertawa sebenarnya lazim digunakan dalam dunia medis, termasuk persalinan. Gunanya untuk mengurangi sakit pada ibu yang melahirkan. Namun, pemberiannya harus sesuai takaran karena bisa berakibat buruk jika salah dosis.

Artikel Asli