Sulit Dapat Vaksin Covid-19 di Iran, Ribuan Warga Pergi ke Armenia

inewsid | Global | Published at 13/07/2021 09:50
Sulit Dapat Vaksin Covid-19 di Iran, Ribuan Warga Pergi ke Armenia

TEHERAN, iNews.id - Ribuan warga Iran berbondong-bondong ke negara tetangga, Armenia. Kepergian mereka demi mendapatkan suntikan vaksin Covid.

Dilansir dari Straits Times, saat ini Iran tengah mengahdapi gelombang kelima pandemi Covid. Ibu kota Teheran dan 143 kawasan lain pun dinyatakan sebagai zona merah Covid-19 varian Delta.

Data New York Times, dalam dua pekan terakhir, jumlah pasien positif Covid naik 62 persen menjadi 16.000 orang. Sementara data Our World in Data di Universitas Oxford menunjukkan, jumlah warga yang sudah divaksin baru mencapai 2 persen dari 84 juta penduduk.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei melarang penggunaan vaksin Covid buatan Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Akibatnya, negara ini hanya bisa menunggu kiriman vaksin buatan China dan Rusia.

Sementara di perbatasan Armenia, jumlah vaksin yang tersedia lebih banyak dari jumlah penduduk yang mau disuntik. Hal ini akibat banyaknya teori konspirasi yang berkembang dan informasi yang salah.

Sebelumnya, pada bulan Mei, pejabat Armenia mengatakan akan memberikan vaksin gratis kepada orang asing tanpa registrasi. Klinik keliling didirikan di jalan-jalan agar mudah diakses oleh wisatawan dan pengunjung.

Warga Iran tidak memerlukan visa untuk melakukan perjalanan ke Armenia. Perjalanan dari perbatasan ke ibu kota Armenia, Yerevan hanya memakan waktu sekitar tujuh jam.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan, bulan ini Iran akan memperluas upaya distribusi vaksin dalam beberapa minggu mendatang. Iran akan mengimpor lebih banyak vaksin asing dan memproduksi vaksin dalam negeri.

Sejauh ini telah menerima lebih dari 2,1 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui Covax, program berbagi vaksin global.

Artikel Asli