Presiden Haiti Dibunuh, Seorang Tersangka Ternyata Mantan Informan DEA

inewsid | Global | Published at 13/07/2021 07:48
Presiden Haiti Dibunuh, Seorang Tersangka Ternyata Mantan Informan DEA

WASHINGTON, iNews.id - Salah satu orang Amerika-Haiti yang ditangkap dalam kasus pembunuhan Presiden Jovenel Moise merupakan bekas informan Badan Penegakan Narkoba AS (DEA). Sayang, hingga saat ini belum diketahui pria mana yang dimaksud.

"Salah satu tersangka merupakan informan rahasia DEA. Dia menghubungi DEA setelah pembunuhan. DEA mendesaknya untuk menyerah," kata pejabat DEA yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters.

Sebelumnya, otoritas Haiti menangkap dua pria Amerika Haiti, Joseph Vincent (55) dan James Solages (35). Mereka dituduh bergabung dengan 26 warga Kolombia membunuh Presiden Haiti.

Terakhir, seorang Amerika-Haiti ketiga bernama Christian Emmanuel Sanon ditangkap polisi Haiti pada Minggu (11/7/2021). Dia dituduh sebagai dalang pembunuhan.

Saat ini, badan-badan penegak hukum dan intelijen AS sedang menyelidiki alasan orang-orang Amerika Haiti terlibat dalam pembunuhan itu.

Sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan, Solages dan Vincent mengatakan kepada penyelidik bahwa mereka merupakan penerjemah untuk unit komando Kolombia yang memiliki surat perintah penangkapan. Tetapi ketika mereka tiba, Presiden Moise sudah tewas.

Solages menggambarkan dirinya sebagai 'agen diplomatik bersertifikat' dan mantan 'kepala komandan pengawal' untuk kedutaan Kanada di Haiti. Pernyataan itu dibuat di situs web amal yang dia kelola, namun kini sudah dihapus.

Dikutip dari Miami Herald, seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya mengatakan, satu dekade lalu, Solages bekerja sebentar untuk sebuah perusahaan yang menyediakan keamanan untuk kedutaan Kanada di Haiti.

"Kami mengetahui tuduhan yang melibatkan seseorang yang pernah dipekerjakan sebagai pengawal cadangan oleh sebuah perusahaan keamanan yang disewa oleh Global Affairs Canada pada 2010," tulis surat kabar itu.

Solages juga diketahui telah memegang izin petugas keamanan dan senjata api.

Artikel Asli