Menlu Retno Dorong ASEAN dan Rusia Atasi Kesenjangan Vaksinasi Covid-19

Global | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 13:50
Menlu Retno Dorong ASEAN dan Rusia Atasi Kesenjangan Vaksinasi Covid-19

LIMAPAGI - Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan antara Menteri Luar Negeri se-ASEAN dan Pemerintah Rusia pada Selasa, 6 Juli 2021 atau tepat 30 tahun hubungan kerja sama antar-regional tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang datang langsung ke Jakarta bersama Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi memimpin jalannya pertemuan yang dihelat secara virtual itu.

Fokus pembahasan menyangkut hal-hal strategis di berbagai bidang, satu yang paling disorot menyoal bagaimana kerja sama multilateral ini menghadapi pandemi Covid-19.

"Kami berharap bahwa situasi epidemiologis pada akhirnya akan memungkinkan mengembangkan pendekatan bersama oleh Rusia dan ASEAN terhadap tugas-tugas dalam agenda tersebut," ujar Sergey, dilansir dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Rabu, 7 Juli 2021.

Retno mengatakan, pemerintah Indonesia juga mendorong penguatan kerja sama penanganan pandemi yang kini diperparah penularannya akibat merebaknya mutasi Covid-19. Hal yang perlu ditekankan adalah kerja sama dalam hal intervensi medis antar regional.

Kenaikan kasus Covid-19, kemunculan berbagai varian baru dan kesenjangan vaksinasi global merupakan pengingat bahwa ASEAN dan Rusia harus bekerja sama dengan lebih baik dalam menghadapi pandemi, kata Retno dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Konkretnya, Retno mendorong Rusia untuk mendukung pemenuhan kebutuhan vaksin di kawasan melalui mekanisme doses-sharing. Negara pimpinan Vladimir Putin juga diminta untuk memprioritaskan negara anggota ASEAN sebagai penerima vaksin Rusia, Sputnik V.

"Juga menjajaki kemungkinan joint-production (vaksin) dengan negara anggota ASEAN," ujarnya.

Soal akselerasi vaksinasi ini, Retno tampak menitikberatkan kerja sama guna memenuhi stok vaksin dalam negeri masing-masing. Kepada Menlu se-ASEAN dan Rusia, Retno pun mengajak untuk memperkuat lagi dukungan terhadap skema bantuan dari Covax Facility.

Skema bantuan internasional Covax dibuat oleh WHO, aliansi vaksin Gavi, dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), dengan tujuan mencegah negara-negara miskin tertinggal untuk mendapatkan vaksin.

Negara-negara maju, seperti Jepang dan Amerika Serikat memesan vaksin melalui skema Covax tersebut untuk kemudian disebar secara gratis ke negara yang membutuhkan.

Kemenlu RI sendiri mencatat, sampai saat ini pemerintah telah mengamankan 91.910.500 dosis vaksin, yang terdiri dari Sinovac sebanyak 84,5 juta dosis vaksin, AstraZeneca sebanyak 6.410.5000 dosis vaksin dan Sinopharm sebanyak 1 juta dosis vaksin dari skema Covax.

Selain melalui skema Covax, Retno mengimbau forum untuk meninjau kembali negosiasi perjanjian Perjanjian Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS). Skema ini diyakini bisa mengatasi kesenjangan distribusi vaksin, utamanya bagi negara berkembang dan miskin.

"Mengajak ASEAN dan Rusia untuk bersama-sama memperkuat dukungan terhadap Covax Facility, negosiasi TRIPS Waiver serta kesetaraan pengakuan terhadap vaksin," imbuhnya.

Artikel Asli