Pensiunan Jerman Didakwa Kirim Informasi Intelijen ke China

Global | republika | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 13:20
Pensiunan Jerman Didakwa Kirim Informasi Intelijen ke China

REPUBLIKA.CO.ID,BERLIN -- Kantor Jaksa Federal Jerman mengatakan seorang pensiunan ilmuwan politik didakwa mengirimkan informasi intelijen ke China selama hampir satu dekade. Ia menggunakan kontak politik yang ia kembangkan selama bekerja di sebuah lembaga think tank.

Berdasarkan undang-undang privasi Jerman mantan ilmuwan itu hanya mengidentifikasinya sebagai Klaus L. Kejaksaan mengatakan tersangka direkrut saat melakukan kunjungan ke Beijing untuk memberikan kuliah pada 2010, setelah hampir 10 tahun bergabung dengan sebuah lembaga think tank.

Sejak itu ia kerap mengirimkan informasi ke China sampai November 2019 dengan imbalan uang dan perjalanan ke China. Stasiun televisi ARD mengatakan Klaus L. juga pernah menjadi mata-mata untuk badan intelijen asing Jerman BND selama setengah abad sampai pensiun.

Pada Selasa (6/7), ARD mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan ia telah berusaha memberitahu BND tentang perekrutan Klaus L. Tapi kemudian ia gagal memberikan informasi mengenai kontak selanjutnya.

ARD juga mengatakan Klaus L. bekerja untuk Hanns Seidel Foundation yang bermarkas di Mnchen. Lembaga tersebut memiliki keterkaitan dengan partai Kanselir Angela Merkel yang berkuasa Christian Social Union (CSU).

Yayasan tersebut mengaku sudah bekerja sama dengan pihak berwenang sejak Juni tahun lalu. "Kemungkinan pelanggaran hukum melalui aktivitas intelijen jelas tidak dapat kami terima," kata juru bicara lembaga think tank tersebut.

Ia menambahkan Klaus L. sudah pensiun satu dekade yang lalu dan sejak saat itu tidak pernah melakukan kontak lagi dengan mereka. BND belum menanggapi permintaan komentar.

Artikel Asli