Kisah Tentara Muslim Filipina Selamat dari Pesawat Jatuh, Terjun di Saat yang Tepat

Global | inewsid | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 13:03
Kisah Tentara Muslim Filipina Selamat dari Pesawat Jatuh, Terjun di Saat yang Tepat

ZAMBOANGA CITY, iNews.id - Seorang tentara Filipina Al Ameen Musappa Sahibuddin bersyukur selamat dari kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Patikul, Provinsi Sulu. Pria berpangkat sersan itu termasuk dari sekitar 50 tentara yang selamat dalam kecelakaan pada Minggu (4/7/2021).

Dia mengalami luka di kepala dan sekujur tubuh akibat terjun bebas, beberapa saat sebelum pesawat menghantam pepohonan kelapa hingga meledak dan terbakar.

Sahibuddin menuturkan, seperti dikutip dari Philippine Daily Inquirer, Rabu (7/7/2021), dia bersemangat dalam penerbangan itu karena pulang ke kampung halamannya di Jolo. Dia tidak bertemu dengan keluarga selama 3 bulan karena mengikuti pelatihan di Malaybalay, Bukidnon.

Pria 40 tahunan yang sudah 20 tahun menjadi prajurit Angkatan Darat Filipina itu juga bersemangat dengan penerbangan tersebut karena mendapat tugas baru setelah mengikuti pelatihan. Dia bahkan berpose di dekat ekor pesawat sebelum menaikinya pada Minggu (4/7/2021).

Namun pesawat yang dinaikinya tak pernah mendarat di bandara Jolo. Pesawat overshot saat mendarat. Upaya untuk memulihkan tenaga sehingga bisa putar balik gagal hingga jatuh berkeping-keping di perkebunan.

Namun Sahibuddin termasuk beruntung, insting bertahannya muncul dengan terjun bebas keluar tepat pada waktunya.

Putra Sahibuddin ketika pertama kali mendengar kabar itu sempat pesimis ayahnya selamat. Namun kemudian ayahnya disebut sebagai salah satu korban selamat.

Sahibuddin mengaku tak henti-hentinya mengucap rasa syukur kepada Allah SWT.

Sebanyak 53 orang tewas dalam kecelakaan itu, termasuk tiga warga sipil. Petugas kesulitan untuk mengidentifikasi para korban karena terbakar. Hingga Rabu, 16 jenazah yang teridentifikasi.

Presiden Rodrigo Dutere terbang ke Zamboanga pada Senin untuk melayat 49 tentara yang tewas. Dia menjanjikan bantuan kepada keluarga korban.

Duterte mengatakan kepada Panglima Angkatan Bersenjata Cirilito Sobejana kejadian seperti ini tidak boleh terjadi lagi.

"Ini harus menjadi yang terakhir," kata Duterte, sebagaimana dituturkan kembali Sobejana.

Sobejana menambahkan, kotak hitam atau perekam data penerbangan C-130 telah ditemukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

"Kita akan bisa mendengar percakapan terakhir pilot dan kru di kokpit untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," katanya.

Artikel Asli