Wow, China Siapkan 23 Roket Besar untuk Ubah Lintasan Asteroid agar Tak Tabrak Bumi

Global | inewsid | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 11:56
Wow, China Siapkan 23 Roket Besar untuk Ubah Lintasan Asteroid agar Tak Tabrak Bumi

BEIJING, iNews.id - China ingin menghalau asteroid besar yang berpotensi menghantam Bumi. Para peneliti berencana mengirim 23 roket terbesar China untuk mengubah arah lintasan asteroid.

Hasil simulasi para peneliti Pusat Sains Luar Angkasa Nasional China mengungkap, jika 23 roket Long March 5 menghantam secara bersamaan bisa membelokkan arah lintasan asteroid dari jalurnya dengan jarak 1,4 kali radius Bumi.

Perhitungan itu didasarkan dengan meneliti asteroid Bennu yang mengorbit Matahari. Asteroid itu memiliki lebar yang sama dengan tinggi Gedung Empire State, New York, Amerika Serikat.

Ukuran asteroid sebesar itu berpotensi menyebabkan kehancuran kawasan bahkan benua jika menghantam Bumi. Sementara asteroid dengan ukuran lebih dari 1 kilometer bisa berdampak secara global.

Roket Long March 5 merupakan kunci ambisi luar angkasa jangka pendek China, mulai dari mengirim modul ke stasiun luar angkasa hingga pesawat luar angkasa tak berawak ke Bulan dan Mars.

China sudah meluncurkan enam roket Long March 5 sejak 2016, meskipun misi terakhir sempat memicu kekhawatiran karena puing-puingnya masuk kembali ke atmosfer Bumi pada Mei.

"Dengan menambah bobot untuk menghantam asteroid, fisika sederhana memastikan efek yang jauh lebih besar," kata Alan Fitzsimmons, dari Pusat Penelitian Astrofisika Universitas Queen Belfast, Irlandia.

Meski demikian dia menilai cara seperti itu perlu dipelajari lebih detail untuk mengukur dampaknya.

Dengan cara berbeda, Amerika Serikat juga akan menghalau asteroid. Pada akhir 2021 hingga awal 2022, AS akan meluncurkan pesawat luar angkasa robotik untuk mencegat dua asteroid yang meluncur dalam jarak relatif dekat dengan Bumi.

Pesawat luar angkasa NASA akan mendarat di salah satu dari dua asteroid untuk mempelajari perubahan lintasan asteroid.

Perkiraan saat ini, kemungkinan asteroid selebar 100 meter menabrak Bumi dalam 100 tahun ke depan adalah 1 persen. Sementara untuk ukuran lebih besar kemungkinannya lebih kecil lagi.

"Untuk kemungkinan seukuran Bennu bertabrakan sekitar 10 kali lebih kecil lagi," kata Gareth Collins dari Imperial College London.

Mengubah jalur asteroid punya risiko lebih rendah ketimbang meledakkannya dengan bom nuklir. Asteroid memang akan pecah menjadi lebih kecil, namun lintasnnya tak akan berubah.

Artikel Asli