Gagalnya Bennett Perpanjang UU Kewarganegaraan Kontroversial Jadi Bukti Kemenangan Palestina

Global | wartaekonomi | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 11:11
Gagalnya Bennett Perpanjang UU Kewarganegaraan Kontroversial Jadi Bukti Kemenangan Palestina

Pemerintah baru Israel di bawah Perdana Menteri Naftali Bennett menderita kekalahan besar pertamanya di parlemen. Mereka gagal memperbarui undang-undang kontroversial yang mencegah warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang menikahi warga Palestina Israel untuk mendapatkan kewarganegaraan dan hak tinggal sendiri.

Pertarungan itu dianggap ujian politik besar pertama bagi Bennett. Dia selama hampir sebulan memimpin koalisi sempit dan beragam yang mencakup partai-partai sayap kiri, tengah dan Palestina, bersama dengan partai ultranasionalisnya sendiri.

Koalisi delapan partai di parlemen gagal mencapai mayoritas pada dini Selasa (6/7/2021) setelah sesi maraton sepanjang malam untuk memperpanjang apa yang disebut Hukum Kewarganegaraan dan Masuk ke Israel, menggarisbawahi kerapuhan pemerintah.

Sami Abou Shahadeh, anggota partai Daftar Gabungan Palestina di Knesset, mengatakan kegagalan perpanjangan undang-undang tersebut adalah kemenangan bagi ribuan keluarga [Palestina].

Koalisi dipersatukan oleh sedikit tetapi permusuhan bersama mereka kepada pemimpin oposisi Benjamin Netanyahu, yang mereka singkirkan dari jabatan perdana menteri bulan lalu setelah rekor 12 tahun berturut-turut berkuasa.

Dari 120 legislator, 59 memilih mendukung dan 59 memilih menentang. Dua abstain. Sebuah mosi tidak percaya pada pemerintah baru juga gagal.

Undang-undang tersebut mencegah warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki yang menikahi warga Palestina di Israel untuk secara otomatis mendapatkan tempat tinggal dan kewarganegaraan Israel, menyebabkan komplikasi tanpa akhir bagi warga Palestina yang tinggal di seluruh Israel dan wilayah yang telah didudukinya sejak 1967.

Racist amendment against Palestinian family reunification expired! This is not the end and well keep facing obstacles, but this is a victory for thousands of families. We did everything we could and finally managed to score a victory despite of Meretz and UAL. pic.twitter.com/iIjWOQFYPf

Sami Abou Shahadeh (@ShahadehAbou) July 6, 2021
Artikel Asli