Menyiksa Karyawan, Seorang Pangeran Arab Saudi Diselidiki Jaksa Prancis

Global | rmol.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 11:04
Menyiksa Karyawan, Seorang Pangeran Arab Saudi Diselidiki Jaksa Prancis

RMOL.Seorang Pangeran Arab Saudi dilaporkan menghadapi penyelidikan atas dugaan perbudakan terhadap tujuh karyawannya di Paris, Prancis.

Jaksa di Nanterre, Prancis menyebut seorang pangeran Saudi yang tidak disebutkan namanya telah menahan tujuh karyawan wanita, berusia 38 hingga 51 tahun, di sebuah properti miliknya di sekitar Paris.

Laporan Daily Mailpada Selasa (6/7) memuat, mayoritas dari karyawan tersebut merupakan warga negara Filipina. Mereka diduga menjadi korban perdagangan manusia.

Menurut laporan tersebut, para korban telah mengajukan tuntutan pada Oktober 2019 atas kasus perbudakan yang terjadi di sebuah tempat tinggal di lingkungan Paris pada 2008, 2013, dan 2015.

Mereka menyebut pangeran dan keluarganya kerap berkunjung ke Prancis selama bulan-bulan musim panas secara teratur, dan membawa pelayan mereka. Ketika kunjungan tersebut, para karyawan terpaksa tidur di lantai, tidak memiliki waktu yang cukup untuk makan karena harus melayani empat anak pangeran.

Selama bertahun-tahun, mereka juga menghadapi berbagai jenis penghinaan, pelecehan, hingga perintah untuk tidak beristirahat sepanjang hari selama sepekan. Saat para karyawan kelaparan, mereka dipaksa untuk makan sisa makanan dan harus tepat waktu ketika majikan memanggil mereka.

Untuk pekerjaan 24 jam sehari sepanjang minggu itu, mereka hanya digaji dengan 300 euro per bulan.

Mereka dilaporkan berhasil melarikan diri saat pangeran dan keluarganya sedang dalam perjalanan ke Paris.

Kesaksian dari para karyawan telah didengar oleh jaksa beberapa pekan lalu. Namun hingga saat ini pihak pangeran belum memberikan kesaksian karena tidak berada di Prancis. []

Artikel Asli