Singapura Abaikan Penerobosan Pesawat Tiongkok

Global | koran-jakarta.com | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 05:32
Singapura Abaikan Penerobosan Pesawat Tiongkok

SINGAPURA - Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, menyatakan bahwa insiden pada 31 Mei yang melibatkan pesawat militer Tiongkok yang melintas tanpa pemberitahuan ke Zona Informasi Penerbangan (Flight Information Region/FIR) Singapura, bukanlah merupakan ancaman bagi negaranya.

Pernyataan itu diutarakan Menhan Ng saat menanggapi pertanyaan seorang anggota parlemen pada Selasa (6/7) dimana anggota parlemen itu meminta penilaian situasional pemerintah setelah 16 pesawat Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) Tiongkok melintasi FIR Singapura sebelum masuk di atas wilayah udara perairan yang disengketakan oleh Tiongkok dan Malaysia.

"Singapura adalah negara kecil dengan kepadatan penduduk yang tinggi, dan karenanya lebih rentan terhadap ancaman serangan dari udara. Oleh karena itu, Angkatan Bersenjata Singapura mempertahankan unit pertahanan udara dalam siaga tinggi," kata Menhan Ng.

"Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) melakukan pengawasan 24/7 di langit kami melalui radar berbasis darat dan pengintaian udara untuk mendeteksi pesawat tak dikenal atau mencurigakan yang cukup dekat untuk menimbulkan potensi ancaman. Sedangkan insiden penerobosan yang dirujuk oleh anggota parlemen, tidak dianggap sebagai ancaman seperti itu," imbuh dia seraya menerangkan bahwa pihak AU Singapura mencatat rata-rata lebih dari 350 insiden penerobosan terjadi setiap tahunnya.

Sementara itu, sehari setelah kejadian AU Malaysia mengatakan bahwa pesawat Tiongkok terbang melalui FIR Singapura sebelum memasuki ruang udara zona maritim Malaysia dan FIR Kinabalu.

FIR adalah wilayah tertentu dari wilayah udara di mana otoritas layanan lalu lintas udara yang ditunjuk oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyediakan, dan mengelola informasi penerbangan dan layanan peringatan.

Tidak Diwajibkan

Saat ini, FIR Singapura yang dikelola oleh Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), mencakup wilayah udara nasional serta wilayah udara di sebagian Indonesia dan Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Menhan Ng mengatakan, peran CAAS dalam FIR Singapura adalah untuk memastikan arus lalu lintas udara yang aman dan efisien, sebagian besar sipil. "Pesawat sipil harus mengajukan rencana penerbangan dengan CAAS saat melewati FIR Singapura, pesawat negara termasuk pesawat militer, tidak diharuskan melakukannya berdasarkan hukum internasional," kata dia.

Menhan Ng mengatakan, Singapura menghormati hak pesawat dan kapal militer untuk melakukan lintas dan pelatihan di wilayah dan perairan sesuai hukum internasional.

"Inilah yang menjadi dasar pesawat Angkatan Udara Republik Singapura melakukan penerbangan dan pelatihan, baik di LTS maupun wilayah lain," ungkap Menhan Singapura itu. "Ini juga menjadi dasar aturan perilaku di LTS dimana aturan itu diterapkan Singapura secara bilateral dan multilateral," pungkas dia. SB/CNA/I-1

Artikel Asli