Korut akui Kim Jong-un alami penurunan berat badan

alinea.id | Global | Published at 28/06/2021 12:41
Korut akui Kim Jong-un alami penurunan berat badan

Televisi pemerintah Korea Utara, KCTV , telah mengakui penurunan berat badan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un.

Laporan KCTV bahkan menyatakan bahwa kesehatan Kim Jong-un telah menjadi sorotan di Pyongyang.

Dilaporkan oleh kantor berita Korea Selatan, Yonhap , pada Minggu (27/6), pengakuan itu disiarkan dalam wawancara dengan seorang warga Korea Utara.

"Rakyat sangat sedih melihat pemimpin yang dihormati terlihat lebih kurus," kata warga itu dalam wawancara yang disiarkan pekan lalu. "Semua orang mengatakan bahwa mereka prihatin (akan kesehatannya) hingga menangis."

Laporan KCTV tidak menyebutkan apa, jika ada, masalah kesehatan yang dialami Kim Jong-un. Namun, para analis mengatakan bahwa tampaknya masih penting bagi Pyongyang untuk mengakui penampilan fisiknya mengalami perubahan.

"Setidaknya, seseorang memutuskan bahwa penurunan berat badan Kim Jong-un yang terlihat adalah isu yang perlu dibicarakan. Tidak mungkin tidak ada yang menyadari perubahan berat badan itu," tutur pakar Korea, Aidan Foster-Carter.

Kesehatan Kim Jong-un sering menjadi subyek spekulasi yang intens, yang terbaru setelah dia muncul dalam siaran TV pemerintah dengan penampilan yang jauh lebih ramping daripada beberapa minggu sebelumnya.

Desas-desus tentang kesehatan Kim Jong-un meningkat pada tahun lalu setelah dia melewatkan perayaan ulang tahun publik besar untuk mendiang kakeknya, pemimpin pendiri Korea Utara.

Sejak itu, Kim Jong-un sempat absen dari acara publik selama beberapa waktu tanpa penjelasan.

Banyak yang menilai bahwa Kim Jong-un, seorang perokok berat, tampak jauh lebih gemuk saat dia pertama kali mengambil alih kekuasaan negara pada 2011.

Pada 2020, agen mata-mata Korea Selatan melaporkan bahwa berat badan Kim Jong-un lebih dari 136 kilogram.

Desas-desus tentang kesehatan Kim juga beredar pada 2014, ketika dia absen dari acara publik selama beberapa minggu. Dia akhirnya muncul kembali menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.

Kim Jong-un adalah generasi ketiga dari keluarganya yang memerintah Korea Utara. Ayahnya, Kim Jong-il, meninggal karena serangan jantung pada 2011 pada usia 69 tahun. Meski kematiannya tidak terduga, dia tampak sakit-sakitan di akhir hayatnya.

Sejak Januari 2020, Korea Utara memberlakukan lockdown demi mencegah penyebaran Covid-19. Negara tersebut memutuskan hampir semua kontak dengan dunia luar dan bahkan menahan perdagangan dengan mitra dagang utamanya, China.

Artikel Asli