Wanita yang Bunuh Suaminya karena Kekerasan Seksual, Dibebaskan

okezone | Global | Published at 28/06/2021 12:12
Wanita yang Bunuh Suaminya karena Kekerasan Seksual, Dibebaskan

PARIS - Seorang wanita Prancis yang mengaku membunuh suaminya setelah hampir dua dekade mengalami pelecehan seksual di vonis bebas di pengadilan pada Jumat (25/6) malam. Dia juga mendapat tepuk tangan meriah dari simpatisan - menyimpulkan cobaan beratnya yang telah mengejutkan banyak orang di Prancis.

Valrie Bacot dijatuhi hukuman empat tahun penjara, dengan tiga tahun ditangguhkan. Pengacara Bacot, Nathalie Tomasini, di luar pengadilan Chalon-sur-Saone di Prancis, mengatakan kliennya dibebaskan karena telah menghabiskan satu tahun di penjara.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pengadilan dan semua dukungan yang saya dapatkan dari semua orang. Sekarang adalah waktu untuk perjuangan baru untuk semua wanita lain dan semua perlakuan buruk," kata Bacot kepada wartawan di luar ruang sidang.

Bacot mengatakan dia tidak lega, namun mental dan fisiknya sudah kosong tanpa beban.

Pengacara Bacot mengatakan "keadilan telah ditegakkan, kami sangat tersentuh."

"Wanita ini akan kembali ke anak-anaknya malam ini, bagi saya itu adalah kemenangan besar," tambah Tomasini.

Menurut dokumen pengadilan, Bacot mengaku menembak Daniel Polette pada 2016. Polette mulai memperkosanya ketika dia baru berusia 12 atau 13 tahun.

Kala itu, dia adalah pacar ibunya yang kemudian menjadi suami Bacot dan ayah dari empat anak mereka. Dia sebelumnya menyebutnya sebagai ayah tirinya sebelum mereka menikah.

Sebelumnya di pengadilan pada Jumat (25/6), Bacot pingsan karena terkejut dan lega setelah mendengar hukuman yang diajukan terhadapnya oleh jaksa berarti dia akan bebas. Bacot berpotensi menghadapi hukuman seumur hidup karena menembak mati Polette.

Penuntut telah meminta hukuman lima tahun penjara, dengan hukuman empat tahun ditangguhkan.

Tomasini mengatakan kepada afiliasi CNN Prancis BFM pada Jumat (25/6) jika dia akan "memohon keringanan hukuman" dan tidak mengharapkan ini "sama sekali."

"Karena dia ditahan selama satu tahun, dia tidak akan kembali jika juri dan pengadilan mengikuti pendapat jaksa," tambah pengacara itu.

Artikel Asli