Daya Pikat Abadi Kota-Kota yang Hilang

okezone | Global | Published at 28/06/2021 06:55
Daya Pikat Abadi Kota-Kota yang Hilang

KAMBOJA - Kisah-kisah reruntuhan misterius telah lama mempesona para pelancong dari jauh, tetapi kisah-kisah itu mungkin menyembunyikan sesuatu yang lebih menarik - dan sama sekali berbeda.

Matahari sore menciptakan bayangan panjang melintasi ratusan permukaan batu yang diukir di kompleks Kuil Bayon saat saya masuk lebih dalam ke kuil abad ke-12 di jantung situs Angkor yang luas di Kamboja.

Ukiran-ukiran wajah yang aneh timbul di menara-menara dan dinding-dinding, masing-masing dengan bibir montok melengkung yang berubah menjadi senyum yang mengerikan.

Ini merupakan hari pertama saya di Angkor, dan saya hanya tahu sedikit tentang sejarah kota ini.

Tapi setelah berjalan dari candi ke candi, dengan mudah saya tergelincir ke dalam lamunan imajinatif.

Dalam benak saya, kerumunan para peziarah membawa sesembahan yang cerah. Pahat-pahat berdentang saat pengrajin menciptakan mahakarya indah di sekitar saya, sementara raja-raja yang megah berparade melalui jalan lebar yang dipenuhi patung-patung.

"Untuk setiap alasan bahwa suatu tempat sudah tidak ada lagi, dapat diubah menjadi kota yang ideal, kota impian seseorang," tulis Aude de Tocqueville dalam buku yang ditulisnya pada tahun 2014, Atlas of Lost Cities: A Travel Guide to Abandoned and Forsaken Destinations.

"Dengan begitu, kota yang hilang adalah puisi, dunia mimpi dan sebuah kota tempat hasrat dan jalan kita yang berliku-liku, terangnya.

Memang, tempat-tempat yang hilang dan ditinggalkan memiliki daya tarik kuat pada imajinasi.

Lokasi itu sangat cocok bagi pelancong bersemangat, menginspirasi rasa petualangan yang memicu ekspedisi besar dan kisah-kisah yang tak masuk akal.

Kita melihat hidup kita tercermin pada batu-batu, bayangkan drama-drama intim kita dengan latar belakang romantis dan keruntuhannya.

Dan apabila selubung bencana meliputi banyak kota yang hilang, itu pun menjadi lunak dengan berlalunya waktu.

"Barangkali selama ribuan tahun, orang-orang mengisahkan kisah-kisah petualangan tentang tanah dramatis di luar perbatasan kita - kisah-kisah tentang peradaban kuno," kata Annalee Newitz, penulis Four Lost Cities: A Secret History of the Urban Age.

Artikel Asli