Fosil Tengkorak Raksasa Berusia 146 Ribu Tahun Ditemukan di Tiongkok

koran-jakarta.com | Global | Published at 28/06/2021 01:05
Fosil Tengkorak Raksasa Berusia 146 Ribu Tahun Ditemukan di Tiongkok

TIONGKOK - Para peneliti Tiongkok baru saja menemukan sebuah fosil tengkorak raksasa, yang tersembunyi di sebuah sumur di Tiongkok selama 90 tahun. Temuan itu membuat mereka memikirkan kembali tentang proses evolusi manusia. Usia fosil tengkorak setidaknya 146.000 tahun.

Para peneliti mengatakan tengkorak itu awalnya ditemukan pada 1933 oleh pekerja Tiongkok yang membangun jembatan di Harbin, sebuah kota di Tiongkok utara, selama pendudukan Jepang.

Untuk mencegah agar tidak jatuh ke tangan orang Jepang, tengkorak itu dibungkus dan disembunyikan di dalam sumur yang ditinggalkan. Peninggalan itu baru ditemukan kembali pada 2018 ketika lelaki tua yang awalnya menyembunyikannya memberi tahu cucunya, sesaat sebelum kematiannya.

Sangat Terpelihara

Para peneliti Tiongkok memberi label spesies manusia baru, Homo longi, pada fosil yang sangat terpelihara dengan baik itu. Spesies ini dijuluki "Manusia Naga" atau dalam bahasa Inggris, "Sungai Naga Hitam" dari provinsi tengkorak itu ditemukan, Heilongjiang, di Tiongkok utara.

Dalam tiga rangkaian artikel yang diterbitkan dalam jurnal penelitian Innovation on Friday, para ilmuwan menyatakan bahwa tengkorak itu milik seorang pria berusia sekitar 50 tahun. "Dia memiliki hidung lebar untuk bernapas tanpa hambatan selama aktivitas berat, dan mungkin untuk menahan musim dingin regional yang dingin," tulis para peneliti.

Salah satu aspek yang paling luar biasa dari tengkorak Harbin adalah ukurannya yang besar, dengan panjang 9 inci dan lebar lebih dari 6 inci, secara signifikan lebih besar daripada tengkorak manusia modern. Tengkorak itu juga memiliki kapasitas sekitar 1.420 mililiter atau 48 ons cairan.

Itu termasuk dalam kisaran kapasitas tengkorak manusia modern, tetapi tengkorak itu juga memiliki banyak fitur primitif yang menjadikannya penghubung unik antara manusia modern dan Neanderthal.

Di bawah tonjolan alis yang tebal, wajah memiliki rongga mata persegi yang besar, tetapi halus meskipun ukurannya besar.

"Ini berbeda dari semua spesies Homo yang bernama lainnya," tulis para peneliti, mencatat bahwa benda itu memiliki campuran fitur kuno dan modern seperti alis yang "berlengkung lembut", tetapi "berkembang secara besar-besaran" dan tulang pipi yang rendah dan rata dengan lekukan "dangkal" di bawahnya.

Dibandingkan dengan tengkorak bundar yang lebih modern saat ini, mereka mengatakan bahwa tengkorak Harbin panjang dan rendah.

Tim peneliti internasional, yang dipimpin oleh Profesor Qiang Ji dari Universitas Geo Hebei di Tiongkok, menggunakan teknik geokimia untuk menentukan usia tengkorak setidaknya 146.000 tahun.

Saat para ilmuwan membandingkan fosil dengan 95 tengkorak lain menggunakan program perangkat lunak, mereka menemukan bahwa tengkorak Harbin dan beberapa tengkorak Tiongkok lainnya tampaknya membentuk cabang baru yang lebih dekat dengan manusia modern daripada Neanderthal.

Tim itu mengatakan mereka pikir tengkorak Harbin cukup unik sehingga memenuhi syarat sebagai spesies baru. Namun, yang lain tidak yakin. Pemimpin penelitian di Museum Sejarah Alam di London yang juga mengerjakan proyek tersebut, Chris Stringer, mengatakan kepada Guardian bahwa tengkorak itu mungkin mirip dengan tengkorak lain yang ditemukan di Tiongkok pada 1978.

"Yang penting adalah garis keturunan ketiga manusia kemudian yang terpisah dari Neanderthal dan terpisah dari Homo sapiens," ujar dia. n SB/cbsnews/N-3

Artikel Asli