India Dituduh Tiru Cara Israel Rebut Tanah Warga Muslim di Kashmir

Global | inewsid | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 10:43
India Dituduh Tiru Cara Israel Rebut Tanah Warga Muslim di Kashmir

ISLAMABAD, iNews.id - Ketua komite parlemen Pakistan, Shehryar Khan Afridi menuduh India meniru model pendudukan Israel di Jammu dan Kashmir. Dia menambahkan jika dunia harus menghadapi kekejaman India di lembah yang diduduki tersebut.

"Sebelum 5 Agustus 2019, rezim India telah mengirim polisi tertinggi dan birokrat sipil yang ditempatkan di Jammu dan Kashmir ke Israel untuk belajar dan pelatihan. Kemudian mereka kembali untuk meniru model Israel di Jammu dan Kashmir," kata Afridi, Kamis (27/5/2021).

Dia menambahkan, di antara mereka yang dikirim ke Israel terdapat polisi terkenal, Imtiaz Hussain. Dia disalahkan karena membunuh 200 muslim Kashmir.

Imtiaz Hussain dikirim ke Israel untuk memahami sistem keamanan Israel sebelum 5 Agustus 2019. Sekembalinya, dia ditempatkan sebagai petugas keamanan di Srinagar untuk menekan protes di Jammu dan Kashmir. Pada tanggal tersebut, India menghapus status khusus Kashmir.

Afridi juga mengatakan, kolonialisme permukiman Israel diduplikasi di Jammu dan Kashmir sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi PBB.

“Sudah diterbitkan 4 juta surat keterangan domisili baru.  500.000 di antaranya telah diberikan kepada orang-orang dari daratan India yang belum pernah mengunjungi Kashmir," katanya.

Dia mengklaim orang India non-lokal diberi peluang pariwisata dan lahan hutan disewakan kepada mereka. Sementara orang Kashmir dijauhkan.

"India secara ekonomi mencekik warga Kashmir sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi PBB," tambahnya.

Presiden Jammu dan Kashmir yang dikelola Pakistan, Masood Khan; Duta Besar Turki, Ihsan Mustafa Yurdakul; Duta Besar Palestina, Ahmad Rabaie dan Duta Besar Azerbaijan, Ali Fikrat Oglu Alizada, dan pejabat pemerintah Pakistan juga berbicara pada kesempatan tersebut.

Para pembicara mengamati masalah Kashmir dan Palestina merupakan contoh pelanggaran HAM terburuk di dunia modern. Kedua masalah itu menonjol dan setua Perserikatan Bangsa-Bangsa tetapi belum terselesaikan.

Artikel Asli