Fokus Kemerdekaan, Peneliti Palestina Minta Indonesia Bisa Berdialog dengan Hamas

Global | wartaekonomi | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 08:08
Fokus Kemerdekaan, Peneliti Palestina Minta Indonesia Bisa Berdialog dengan Hamas

Peneliti asal Gaza, Syarif Syamalla, berpandangan Indonesia dapat berdiskusi dengan Hamas untuk mencari jalan terbaik bagi Palestina. Menurut Syarif, negara-negara Muslim harus memulai sejumlah pembicaraan dengan Hamas dalam isu Palestina.

“Saya percaya Indonesia adalah salah satu negara kuat yang dapat ikut campur dalam bidang ini dan memiliki hubungan yang baik dengan Hamas,” ungkap Syarif dalam diskusi daring, Kamis.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah berdialog dengan kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh entang situasi saat ini di Palestina. Muhyiddin mengaku terenyuh mendengar kabar terkait situasi umat Islam di Palestina, khususnya Jalur Gaza yang sangat miris dan memilukan.

"Saya menyampaikan belasungkawa dan kesedihan saya atas nama semua orang Malaysia atas hilangnya nyawa dan luka-luka yang diderita oleh warga Palestina akibat serangan kekerasan rezim Israel," kata dia usai melakukan dialog dengan Haniyeh.

Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina bulan lalu setelah putusan pengadilan Israel memutuskan untuk mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem. Situasi memanas setelah pasukan Israel menggerebek Masjid al-Aqsa dan menyerang jamaah di dalamnya, hingga kemudian serangan Israel menyebar ke Jalur Gaza.

Setelah 11 hari, pertempuran akhirnya terhenti pada Jumat lalu di bawah gencatan senjata yang ditengahi Mesir. Syarif mengungkapkan, tantangan saat ini yakni membangun kembali Gaza secara cepat dan efektif.

Kemerdekaan Palestina menjadi kunci

Analis Internasional dari Universitas Nasional Robi Nurhadi menyerukan agar para elite global menghentikan egoisme dengan dalih kepentingan nasional dalam isu Palestina.

“Anda hanya perlu menjadi manusia untuk menciptakan perdamaian, khususnya di (isu) Israel-Palestina saat ini,” kata Robi dalam acara yang sama.

Menurut Robi, kemerdekaan Palestina menjadi kunci untuk menghentikan jumlah korban meninggal di Palestina dan Israel. Robi sekaligus mengundang masyarakat dunia untuk mengakui kemerdekaan Palestina saat ini juga.

Sedikitnya 254 warga Palestina gugur, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, dan lebih dari 1.900 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Gaza. Sebanyak 31 warga Palestina juga gugur dalam serangan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Sementara itu, 13 warga Israel tewas oleh serangan roket Palestina yang ditembakkan dari Jalur Gaza.

Artikel Asli