Jual Film dan Drama Korea Selatan, Laki-Laki Ini Dieksekusi Mati

Global | inewsid | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 06:59
Jual Film dan Drama Korea Selatan, Laki-Laki Ini Dieksekusi Mati

PYONGYANG, iNews.id - Seorang laki-laki di Korea Utara dieksekusi mati karena menjual film ilegal. Anggota keluarga dipaksa berdiri di barisan paling depan untuk menyaksikan eksekusi tersebut bersama 500 orang lainnya.

Daily NK melaporkan laki-laki bermarga Lee tersebut ditembak oleh regu tembak di Wonsan, provinsi Gangwon, Kamis (27/5/2021). Dia sudah ditangkap petugas berwenang 40 hari lalu.

Lee menjual film dan drama dari Korea Selatan. Dia pun dinyatakan bersalah sebagai elemen anti-sosialis oleh rezim pimpinan Kim Jong Un.

Lee merupakan seorang kepala insinyur di Komisi Manajemen Pertanian Wonsan. Pemerintah Korea Utara menyatakan eksekusi ini merupakan yang pertama di Provinsi Gangwon karena tindakan anti-sosialis di bawah undang-undang pemikiran anti-reaksioner.

Di masa lalu, orang-orang seperti Lee dikirim ke kamp kerja paksa atau pendidikan ulang. Hukuman bagi orang seperti Lee tidak ringan. Dikatakan, perilaku reaksioner seperti itu membantu orang-orang yang berusaha menghancurkan sosialisme di Korea Utara.

"Reaksioner seharusnya tidak dibiarkan hidup tanpa rasa takut dalam masyarakat kita," tulisnya lagi.

Setelah pihak berwenang memutuskan bersalah, suara 12 tembakan terdengar. Tubuh tak bernyawa Lee lantas dimasukkan ke dalam karung jerami dan ke dalam kotak.

"Jenazah kemudian dibawa ke suatu tempat," kata sumber Daily NK.

Istri, putra, dan putri Lee pingsan di tempat mereka berdiri di barisan depan area eksekusi. Disaksikan semua orang menyaksikan, pejabat kementerian keamanan negara mengambil mereka dan memasukkannya ke dalam truk kargo dengan jendela berjeruji untuk diangkut ke kamp tahanan politik.

Tetangga keluarga itu langsung menangis ketika mereka melihat empat penjaga keamanan menjemput istri Lee yang pingsan dan melemparkannya ke dalam van seperti koper, tetapi mereka harus menutup mulut mereka dan menangis dalam diam karena takut ketahuan.

Lee dilaporkan mengaku telah menjual materi tersebut dan pihak berwenang sekarang memburu siapa yang membelinya darinya dengan CD dan USB yang diyakini telah dijual dengan harga antara 5-12 dolar AS.

Sekarang ada sekitar 20 orang lagi yang dituduh juga menjual musik dan film Korea Selatan dan mereka sedang dalam proses penuntutan.

Di Korea Utara, jika ketahuan menonton video Korea Selatan, maka akan menerima hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Artikel Asli