Dua Hari Usai Ditangkap Junta Militer, Presiden dan PM Mali Mundur

Global | harianhaluan | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 06:39
Dua Hari Usai Ditangkap Junta Militer, Presiden dan PM Mali Mundur

MALI, HARIANHALUAN.COM - Pada Rabu (26/5/2021), Presiden sementara dan Perdana Menteri Mali mengundurkan diri, dua hari setelah ditahan dan dilucuti dari kekuasaan mereka dalam apa yang tampaknya kudeta kedua di negara itu dalam sembilan bulan. Demikian seorang pembantu junta melaporkan.

Di New York, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) "mengutuk keras" penggulingan dan penangkapan Presiden Bah Ndaw dan Perdana Menteri Moctar Ouane. Mereka menyerukan kembali ke pemerintahan sipil, tetapi tidak membahas tindakan hukuman.

Mengutip Okezone, para pemimpin sementara yang ditugaskan mengarahkan kembali ke pemerintahan sipil setelah kudeta Agustus lalu, mengundurkan diri di hadapan mediator yang mengunjungi pangkalan militer tempat mereka ditahan, kata Baba Cisse, penasihat khusus bos junta Assimi Goita. Namun seorang anggota Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS), Uni Afrika dan misi mediasi PBB MINUSMA mengatakan kepada para wartawan bahwa para pemimpin sebenarnya sudah mundur sebelum mereka tiba.

Delegasi itu kemudian berbicara lagi dengan Goita setelah Selasa (25/5) malam menemuinya. Goita memegang pangkat wakil presiden dalam pemerintahan transisi.

Cisse mengatakan presiden, perdana menteri dan pemimpin transisi lain yang ditangkap pada Senin (24/5) akan dibebaskan, tetapi ini akan terjadi "secara bertahap untuk alasan keamanan yang jelas". Dia tidak menjelaskan kapan. Ia mengatakan sebelumnya bahwa ada gerakan menuju pembentukan pemerintahan baru di negara miskin itu.

Penahanan mereka memicu kecaman internasional yang meluas dan ancaman sanksi. Dewan Keamanan, yang mengadakan pertemuan darurat atas permintaan Perancis dan lainnya, menyerukan "pembebasan yang aman, segera dan tanpa syarat dari semua pejabat yang ditahan dan mendesak elemen pertahanan dan pasukan keamanan untuk kembali ke barak mereka tanpa penundaan."

Amerika Serikat mengatakan akan "mempertimbangkan langkah-langkah yang ditargetkan terhadap para pemimpin politik dan militer yang menghalangi transisi Mali yang dipimpin sipil ke pemerintahan demokratis". Dikatakan, AS menangguhkan bantuan untuk pasukan keamanan Mali. (*)

Artikel Asli