Loading...
Loading…
Dapat Dukungan Negara-Negara Kaya, Israel Bisa Berbuat Seenaknya Terhadap Palestina

Dapat Dukungan Negara-Negara Kaya, Israel Bisa Berbuat Seenaknya Terhadap Palestina

Global | okezone | Kamis, 20 Mei 2021 - 11:34

JAKARTA \xe2\x80\x93 Dukungan dari negara-negara sekutu yang kaya membuat Israel bisa bertindak tanpa mendapatkan konsekuensi terhadap Palestina. Hal itu terlihat dari serangan brutal Zionis ke Gaza dalam beberapa hari terakhir, yang telah menimbulkan kemarahan, sekaligus melahirkan solidaritas dari Muslim dunia, dan tindakan-tindakan lain Israel sebelumnya.

Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim juga dibuat berang oleh tindakan Israel. Tetapi, Indonesia, Palestina, dan negara-negara Muslim di dunia tidak bisa berbuat banyak sementara, konflik yang terjadi telah puluhan tahun dan pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel terus dilakukan, bahkan hingga wilayah Palestina hanya tersisa 30% saja, berdasarkan peta tahun 1964.

Penulis sekaligus motivator yang memiliki perhatian besar terhadap Palestina, Ippho Santosa menyatakan, agresi Israel terhadap Palestina telah berlangsung puluhan tahun.

"Israel melakukan ini sudah sering banget. Bahkan saya mencatat, angka selama 12 tahun terakhir ini, korban yang ditimbulkan akibat agresi mereka sudah ribuan," katanya, saat diskusi, Rabu (19/5/2021) siang.

Selama puluhan tahun itu, dunia internasional diam. Sebagai negara, Palestina bahkan dianggap tidak ada. Sehingga, dunia seperti membenarkan apa yang dilakukan oleh Israel.

"Tahun 2013, saya jalan-jalan ke halaman kantor PBB. Di sana, ada 100 lebih bendera. Saya cek satu persatu. Saya ingin tahu, ada tidak bendera Palestina. Ternyata tidak ada. Baru 2015, ada bendera Palestina," jelasnya.

Diamnya dunia internasional, terhadap agresi Israel, tentu bukan tanpa sebab. Israel dilindungi oleh kekuatan ekonomi besar dari negara-negara sekutunya yang ada di seluruh dunia. Sedangkan Palestina negara miskin.

"Masalahnya karena kita yang lemah, dan negara-negara Muslim juga lemah. Jadi orang seenaknya. Coba Palestina kuat dan negara sekutunya kuat, orang pasti gak berani sembarangan melakukan itu," sambungnya.

\'
Original Source