Pilpres Iran: Ahmadinejad Hingga Eks Menhan Digadang-gadang Akan Calonkan Diri

rmol.id | Global | Published at 07/05/2021 08:07
Pilpres Iran: Ahmadinejad Hingga Eks Menhan Digadang-gadang Akan Calonkan Diri

RMOL.Iran akan segera menyelenggarakan pemilihan presiden (pilpres) pada 18 Juni mendatang untuk mengganti Presiden Hassan Rouhani yang telah bertahan di kursinya selama delapan tahun terakhir. Pendaftaran secara resmi akan dimulai pada pekan depan. Sebanyak 24 orang telah menyatakan niat untuk mencalonkan diri, di antaranya terdapat 12 yang dianggap potensial. Tidak seperti pilpres-pilpres sebelumnya, Mahkamah Konstitusi telah memutuskan untuk mengizinkan komandan senior militer untuk mencalonkan diri. Sebelumnya, para pejabat militer hanya diizinkan untuk mencalonkan diri jika Mahkamah Konstitusi memeriksa kualifikasinya satu per satu.Dikutip Press TVpada Jumat (7/5), saat ini menteri, gubernur walikota dengan populasi dua juta ke atas, dan komandan dengan pangkat di atas mayor jenderal dapat mendaftarkan diri sebagai presiden. Di antara mereka yang menyatakan niat mencalonkan diri adalah Brigjen (Purn) Hossein Dehghan. Ia merupakan Menteri Pertahanan periode 2013-2017, selama masa jabatan pertama Rouhani. Penasihat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei ini juga merupakan perwira Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC). Ia memiliki citra buruk di negara-negara Barat usai diduga terlibat dengan Hizbullah atas pengeboman barak Beirut pada 1983, yang menewaskan 241 tentara Amerika dan 58 pasukan Prancis. Dalam wawancara dengan media baru-baru ini, Dehghan memperingatkan risiko kontrok taktis dengan AS yang meningkat. Ia juga mengatakan Iran tidak akan beristirahat sampai semua pasukan AS di Timur Tengah diusir sebagai balasan atas operasi pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani pada 3 Januari 2020. Dehghan pertama kali menyampaikan niat untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada 28 September 2020. Selain Dehghan, terdapat kandidat lainnya dari militer yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden. Ia adalah Saeed Mohammad, brigadir jenderal kedua di IRGC dan mantan kepala firma teknik Kantor Pusat Konstruksi Khatam al-Anbiya yang dikendalikan IRGC. Ia mengumumkan pencalonannya pada 7 Maret 2021. Sementara itu, berdasarkan berbagai kabar, mantan Presiden Iran periode 2005 hingga 2013, Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan berencana kembali mencalonkan diri. Namun hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait pencalonannya. Meski begitu, politisi konservatif Iran itu mendapatkan banyak dukungan. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan pada Oktober 2020 hingga APril 2021, Ahmadinejad mengantongi 47 persen dukungan publik untuk kembali berkuasa. []

Artikel Asli