25 Orang Tewas dalam Baku Tembak di Rio De Janeiro

republika | Global | Published at 07/05/2021 06:27
25 Orang Tewas dalam Baku Tembak di Rio De Janeiro

REPUBLIKA.CO.ID, RIO DE JANEIRO -- Serangan terhadap polisi di Rio De Janeiro, Brasil terjadi pada Kamis (6/5). Setidaknya 25 orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

Menurut laporan, serangan dimulai dalam operasi terhadap pengedar narkoba di wilayah Jacarezinho. Polisi mencari tersangka, yang kemudian mencoba melarikan diri saat petugas memasuki wilayah.

Baku tembak kemudian terjadi, dengan sejumlah video menunjukkan insiden ini dan membuat warga di wilayah itu tetap berada dalam rumah masing-masing. Sebanyak tiga polisi yang terlibat dalam operasi ini tertembak dan satu diantaranya meninggal.

Dilansir Aljazirah, Jacarezinho adalah salah satu lingkungan kumuh terpadat di Rio De Janeiro, yang dikenal sebagai favela. Wilayah ini memiliki sekitar 40 ribu penduduk.

Namun, Jacarezinho didominasi oleh Comando Vermelho, salah satu organisasi kriminal terkenal di Brasil. Polisi mengatakan wilayah kumuh ini menjadi salah satu markas grup tersebut.

Operasi polisi yang dilakukan pada Kamis (6/5) ditujukan menyelidiki perekrutan remaja oleh Comando Vermelho yang nantinya ditugaskan membajak kereta dan melakukan kejahatan lainnya. Polisi menyebut geng kriminal itu memiliki ‘struktur prajurit’ di mana ini mengartikan kelompok selalu dilengkapi dengan senapan, granat, rompi anti peluru, pistol, pakaian yang disamarkan, dan aksesori militer lainnya.

Polisi mengatakan diantara orang-orang yang tewas dalam insiden di Jacarezinho adalah para pemimpin Comando Vermelho. Observatorium Keamanan Publik Universitas Candido Mendes mengatakan setidaknya 12 operasi polisi di Rio De Janeiro pada tahun ini telah mengakibatkan tiga kematian atau lebih.

“Ini adalah jumlah kematian terbesar dalam operasi polisi di Rio, melebihi 19 kematian di kawasan kumuh Complexo do Alemao pada 2007, kecuali kami tidak kehilangan satu pun dari kami dalam aksi itu,” ujar Kepala Polisi Ronaldo Oliveira.

Direktur Observatorium Silvio Ramos mengatakan insiden serangan yang terjadi kali ini merupakan yang paling mematikan dalam sejarah Rio De Janeiro. Sementara itu, banyak operasi yang dilaporkan tampaknya melanggar putusan Mahkamah Agung Brasil pada 2020 yang memerintahkan polisi menghentikan operasi keamanan selama pandemi Covid-19.

Meski demikian, Mahkamah Agung menolak berkomentar apakah operasi yang dilakukan polisi di Jacarezinho melanggar aturan. Kepolisian Rio de Janeiro tercatat membuat rata-rata lebih dari lima orang meninggal dalam sehari selama kuartal pertama 2021, terkait dengan tindakan keamanan yang dilakukan.

https://www.aljazeera.com/news/2021/5/6/at-least-25-killed-in-rio-de-janeiros-deadliest-police-raid

Artikel Asli