Ilmuwan Belanda Latih Lebah untuk Deteksi Covid

inewsid | Global | Published at 07/05/2021 06:40
Ilmuwan Belanda Latih Lebah untuk Deteksi Covid

AMSTERDAM, iNews.id – Ilmuwan di Belanda melatih lebah untuk mengidentifikasi sampel yang terinfeksi Covid. Berdasarkan temuan yang mereka peroleh, cara tersebut dapat memangkas waktu tunggu untuk mengetahui hasil tes virus corona menjadi beberapa detik saja.

Lebah adalah serangga yang memiliki indra penciuman luar biasa tajam. Untuk melatih lebah, para ilmuwan di laboratorium penelitian bio-veteriner Universitas Wageningen memberikan hewan tersebut air manis sebagai hadiah setelah menunjukkan sampel yang terinfeksi Covid-19.

Lebah tidak akan mendapat hadiah setelah diperlihatkan sampel yang tidak terinfeksi Covid.

Setelah terbiasa dengan sistem tersebut, lebah dapat secara spontan menjulurkan lidah mereka untuk menerima hadiah saat diberikan sampel yang terinfeksi. “Kami mengumpulkan lebah madu normal dari peternak lebah dan kami menempatkan lebah-lebah itu di jaring pengaman,” kata profesor virologi yang mengambil bagian dalam proyek tersebut, Wim van der Poel, dikutip Reuters , Jumat (7/5/2021).

“Segera setelah memberikan sampel positif (Covid) kepada mereka, kami juga memberi lebah-lebah itu air gula. Yang dilakukan lebah kemudian adalah menjulurkan lidahnya untuk mengambil air gula,” ucapnya.

Para peneliti mengklaim, ketika lebah memanjangkan lidahnya—yang seperti jerami—untuk minum, itu menjadi bentuk konfirmasi atau pertanda bahwa tes Covid menunjukkan hasil positif.

Menurut peneliti, diperlukan waktu berjam-jam hingga berhari-hari untuk mendapatkan hasil tes Covid-19 dengan metode konvensional seperti swab atau PCR. Namun, respons dari lebah yang bersifat langsung bisa membuat tes jauh lebih cepat.

Selain itu, metode pemeriksaan sampel dengan lebah juga lebih murah. Keuntungan ini berpotensi membuatnya sangat berguna untuk diterapkan di negara-negara yang masih minim melakukan tes Covid.

Kendati demikian, seorang profesor yang mendalami lebah, serangga, dan imunologi hewan di Universitas Ghent di Belgia, Dirk de Graaf mengatakan, dia belum melihat teknik yang mampu menggantikan bentuk pengujian Covid-19 konvensional dalam waktu dekat.

“Itu ide yang bagus, tapi saya lebih suka melakukan tes menggunakan alat diagnostik klasik daripada menggunakan lebah madu untuk (tes Covid) ini. Saya pecinta lebah tapi saya akan menggunakan lebah untuk tujuan lain daripada mendeteksi Covid-19,” ujarnya.

Teknik “endusan serangga” secara efektif juga diuji oleh Departemen Pertahanan AS untuk mendeteksi bahan peledak dan racun pada 1990-an, kata De Graaf. Hewan-hewan seperti ngengat, lebah, dan tawon digunakan untuk tujuan keamanan guna mendeteksi bahan peledak serta untuk diagnosis medis.

Artikel Asli