Istri Dubes Belgia Dilaporkan Tampar Penjaga Toko Korsel

Global | republika | Published at Kamis, 22 April 2021 - 12:10
Istri Dubes Belgia Dilaporkan Tampar Penjaga Toko Korsel

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Kepolisian Korea Selatan (Korsel) mengaku ingin menanyai istri Duta Besar Belgia Peter Lescouhier. Xiang Xueqiu dilaporkan melakukan penyerangan terhadap salah seorang penjaga toko.Rekaman kamera keamanan memperlihatkan seorang perempuan penampar penjaga toko yang menghentikannya. Rekan penjaga toko yang ditampar curiga Xiang Xueqiu ingin membawa keluar sebuah barang tanpa membayarnya.Video insiden yang terjadi pada 9 April lalu tersebar di media sosial pada pekan ini. Rekaman tersebut memicu respons dari masyarakat Korsel yang menutut Kedutaan Besar Belgia meminta maaf.Rekaman itu juga menunjukan Xiang Xueqiu berbicara dengan dua petugas polisi di lokasi kejadian. Sejak saat itu kepolisian Korsel tidak dapat menghubunginya karena Xiang dikabarkan sedang berada di rumah sakit.Belum diketahui dimana rumah sakit Xiang dirawat. Ia juga belum dapat dimintai komentar. "Petugas yang dikirim ke lokasi kejadian mengidentifikasinya sebagai istri duta besar Belgia," kata seorang polisi di kantor polisi di Yongsan, daerah Ibukota Seoul lokasi kedutaan besar dan toko berada."Kami sudah memanggilnya, tapi seperti yang Anda lihat di media lokal, ia tidak dapat datang karena ia berada di rumah sakit," tambah polisi tersebut.Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan sudah meminta kedutaan besar Belgia untuk bekerja sama dalam masalah ini. Mereka mengatakan akan mengambil langkah yang tepat berdasarkan penyelidikan polisi selanjutnya.Kedutaan Besar Belgia di Seoul mengonfirmasi Xiang sedang berada di rumah sakit, tapi mereka tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Belgia menolak untuk berkomentar.Sejumlah warga Korsel mengungkapkan rasa frustasinya atas kejadiaan ini. Mereka mengatakan hal memperlihatkan hak istimewa yang tidak adil bagi para diplomat dan keluarga mereka. "Saya yakin kekebalan diplomasi penting dan harus dihormati tapi mengingat kejadian ini melibatkan keluarga duta besar, duta besar harus membuat permintaan maaf resmi," kata salah satu warga Korsel, Lee Hyun-koo.

Artikel Asli