Pengadilan Korsel Tolak Gugatan "Perempuan Penghibur" pada Perang Dunia II

Global | okezone | Published at Kamis, 22 April 2021 - 11:26
Pengadilan Korsel Tolak Gugatan "Perempuan Penghibur" pada Perang Dunia II

SEOUL - Pengadilan Korea Selatan (Korsel) menolak gugatan sekelompok perempuan yang meminta kompensasi dari Jepang karena mereka dipaksa menjadi pelacur oleh pasukan pendudukan Jepang semasa Perang Dunia II .

Hakim di Pengadilan Distrik Sentral Seoul, Rabu (21/4), menyatakan Jepang memiliki imunitas dari gugatan perdata yang diajukan di negara lain berdasarkan konsep hukum internasional. Hakim menambahkan jika mencabut kekebalan tersebut akan memicu perselisihan diplomatik yang tak terelakkan.

Satu dari 20 penggugat awal dalam kasus itu, Lee Yong-soo yang berusia 92 tahun, mengecam keputusan tersebut dan menyatakan tekad bahwa kelompok itu akan membawa kasus tersebut ke Mahkamah Internasional.

Dalam kasus terpisah pada Januari lalu, seorang hakim lainnya memutuskan mendukung satu kelompok terdiri dari 12 orang yang disebut xe2x80x9cperempuan penghiburxe2x80x9d dan memerintahkan Tokyo agar membayar lebih dari USD89.000 (Rp1,3 miliar) kepada masing-masing penggugat sebagai kompensasi atas penderitaan mereka semasa perang.

Jepang dengan marah mengecam keputusan sebelumnya dengan alasan negara itu telah menyelesaikan masalah tersebut berdasarkan perjanjian 1965 yang menormalisasi hubungan bilateral dengan Seoul, yang mencakup pampasan sebesar USD800 juta (Rp11,6 triliun), selain kesepakatan terpisah yang dicapai pada tahun 2015.

Di Tokyo, Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato menolak mengomentari kasus baru itu, seraya menyebut alasan perlunya memeriksa kasus itu lebih lanjut. Tetapi ia mengatakan bahwa putusan dalam kasus terdahulu xe2x80x9csangat disesalkan dan tidak dapat diterima sama sekalixe2x80x9d karena melanggar hukum internasional.

'
Artikel Asli