Kapal Selam KRI Nanggala Hilang Kontak, Menlu Australia: Kami Bantu Semaksimal Mungkin

Global | inewsid | Published at Kamis, 22 April 2021 - 09:48
Kapal Selam KRI Nanggala Hilang Kontak, Menlu Australia: Kami Bantu Semaksimal Mungkin

JAKARTA, iNews.id - Pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak Rabu pagi memasuki hari kedua. Kementerian Pertahanan RI meminta bantuan tiga negara yakni Singapura, Australia, dan India untuk mencari kapal yang diproduksi di Jerman pada 1981 itu.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan, Australia membantu apa pun yang bisa dilakukan untuk menemukan KRI Nanggala.

"(Australia) Akan membantu apa pun yang kami bisa," kata Payne, kepada Radio ABC, seperti dilaporkan kembali Reuters, Kamis (22/4/2021).

Dia menambahkan negaranya mengoperasikan kapal selam berbeda dengan KRI Nanggala namun menegaskan jajarannya akan berusaha semaksimal mungkin.

"Pasukan Pertahanan Australia akan bekerja sama dengan pertahanan di Indonesia untuk menentukan apa yang bisa kami lakukan," kata Payne.

KRI Nanggala 402 membawa 53 kru saat menjalani latihan torpedo di perairan utara Bali dan dinyatakan hilang kontak di posisi 60 mil atau 95 kilometer dari provinsi itu.

Tim penyelamat yang melakukan pencarian dari udara menemukan ceceran minyak di perairan tak jauh dari lokasi kapal itu menyelam, namun belum bisa memastikan.

TNI AL mengerahkan dua kapal Angkatan Laut dengan kemampuan sonar untuk mencari KRI Nanggala-402.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Julius Widjojono mengatakan ada kemungkinan KRI Nanggala mengalami black out atau listrik padam sebelum hilang kontak.

Dia mengatakan seharusnya ada tombol darurat agar kapal muncul ke permukaan.

"Tidak dapat dilaksanakan prosedur kedaruratan (harusnya ada tombol darurat supaya kapal bisa timbul ke permukaan), sehingga kapal jatuh pada kedalaman 600-700 meter," kata Julius.

Selain itu dia menduga potensi keretakan tangki BBM yang memicu minyak terlepas di area tenggelam.

“Terjadinya tumpahan minyak di sekitar area tenggelam. Kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM (retak) karena tekanan air laut atau pemberian sinyal posisi dari KRI Nanggala-402,” katanya.

Artikel Asli