Malaysia Desak Junta Buka Pintu Bagi Pengamat

Global | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 22 April 2021 - 05:25
Malaysia Desak Junta Buka Pintu Bagi Pengamat

KUALA LUMPUR - Malaysia menegaskan akan menekan junta di Myanmar agar mengizinkan pengamat dari Association of Southeast Asian Nations (Asean) memasuki negara tersebut dalam KTT khusus Asean pada Sabtu (24/4) mendatang, yang diharapkan akan dihadiri oleh pemimpin junta. Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein, pada Selasa (20/4).

Dalam keterangannya, Menlu Hishammuddin juga mengumumkan bahwa Perdana Menteri Muhyiddin Yassin akan menghadiri KTT khusus Asean yang membahas soal krisis di Myanmar, yang digelar di Jakarta, Indonesia.

Konfirmasi Menlu Malaysia ini akan menjadikan PM Muhyiddin menjadi salah satu dari empat pemimpin yang sejauh ini sudah menyatakan akan berpartisipasi dalam KTT Asean, selain pemimpin junta, Jenderal Min Aung Hlaing dari Myanmar.

"Kami berharap dengan diskusi kami di Jakarta, Myanmar setuju untuk menerima perwakilan dari ketua Asean Brunei atau dari sekretariat Asean di Jakarta untuk memonitor dan membantu Myanmar kembali normal," kata Menlu Hishammuddin melalui tayangan video yang ia posting di media sosial Twitter .

Dalam pernyataannya, Menlu Hishammuddin juga mengatakan bahwa ia telah menegaskan kembali sikap Malaysia terhadap situasi di Myanmar kepada pimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa malam.

"Kami baru saja menerima telepon dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Kami membicarakan tentang Myanmar dan atas pendirian Malaysia bahwa kekerasan harus dihentikan, tahanan politik harus dibebaskan, dan perwakilan Asean harus diizinkan untuk bertemu dengan semua pihak yang terlibat," kata Hishammuddin.

Konfirmasi Kehadiran

Malaysia dan Indonesia telah mempelopori seruan untuk pertemuan puncak para pemimpin Asean terkait krisis di Myanmar, sebuah langkah yang sangat didukung oleh Singapura. Sekretariat Asean di Jakarta secara resmi mengkonfirmasi pada Selasa bahwa kantornya akan menjadi tempat pertemuan pada akhir pekan ini.

Adapun para pemimpin negara Asean yang telah mengkonfirmasi akan hadir pada KTT Asean seperti dilansir Bangkok Post pada Rabu (21/4) yaitu pemimpin dari Indonesia, Malaysia, Kamboja, Myanmar, Singapura, Vietnam, Laos serta Brunei yang saat ini memegang kepemimpinan bergilir Asean tahun ini.

Sementara PM Thailand, Prayuth Chan-Ocha, seperti dilansir Nikkei Asia telah menyatakan dirinya tidak akan hadir dalam KTT Asean di Jakarta dan memutuskan untuk mengirim Wakil PM dan Menteri Luar Negeri, Don Pramudwinai, untuk hadir.

Sedangkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, hingga saat ini belum memberikan konfirmasi kehadiran. Kabar angin yang berembus mengatakan bahwa Presiden Duterte tak bisa hadir karena tengah sakit. AFP/BenarNews/I-1

Artikel Asli