Sistem Kesehatan India Kelimpungan

Global | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 22 April 2021 - 00:01
Sistem Kesehatan India Kelimpungan

NEW DELHI - Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan pandemi Covid-19 yang terus memburuk di negara tersebut telah membuat sistem kesehatan nasional kelimpungan.

Terutama terkait ketersediaan oksigen, tempat perawatan di rumah sakit, serta obat-obatan. Walau begitu, dia enggan untuk menerapkan lockdown secara nasional.

Modi menyebut lockdown adalah langkah terakhir untuk mengendalikan pandemi Covid-19 di India. Untuk saat ini, ia meyakini pandemi masih bisa ditangani dengan cara konvensional, yakni dengan menambah penyediaan oksigen, obat-obatan, serta ruang perawatan tambahan.

"Situasinya masih terkendali. Sekarang gelombang kedua pandemi Covid-19 menyerang seperi badai. Pemerintah pusat dan negara bagian, termasuk swasta, berjuang bersama untuk meningkatkan persediaan dan distribusi oksigen medis," ujar Modi, Rabu (21/4).

Modi melanjutkan, meski dirinya belum berencana untuk menerapkan lockdown nasional, ia meminta warga untuk tetap bertahan di rumah. Menurutnya, itu salah satu langkah yang bisa diambil untuk menghindari pandemi Covid-19.

Selain itu, Modi juga meminta warga untuk tidak panik ataupun menyebarkan kepanikan lewat berita-berita yang tidak benar.

"Kita harus menyelamatkan negeri ini dari lockdown. Saya membujuk negara bagian untuk menggunakan lockdown pada saat-saat terakhir saja dan fokuskan perhatian pada pengendalian di tingkat mikro," ujar Modi.

Hingga saat ini, lockdown masih berlaku terbatas di India. Hanya beberapa wilayah saja yang menerapkannya, salah satunya adalah New Delhi, Ibu Kota dari India.

Kekurangan Oksigen

Menurut keterangan pemerintah setempat, rumah sakit di Delhi hanya memiliki cadangan oksigen yang cukup untuk 8-24 jam pemakaian. Jika rumah sakit di Delhi, baik swasta maupun negeri, tak kunjung mendapat suplai oksigen baru, mereka khawatir situasinya akan kian buruk.

Secara statistik, India berada di posisi kedua negara paling terdampak oleh Covid-19. Posisi pertama masih dipegang oleh Amerika.

Dalam 24 jam terakhir, India mencatatkan rekor baru untuk jumlah kasus dan kematian harian yaitu 295.041 kasus serta 2000 kematian. Penambahan tersebut membuat India sekarang memiliki total15,6 juta kasus serta 182 ribu korban jiwa.

Sebelumnya, Narendra Modi beberapa kali menjadi sasaran kritikan. Beberapa langkahnya yang dipertanyakan adalah menggelar kampanye pemilu dengan melibatkan puluhan ribu warga serta memperbolehkan warga Hindu untuk merayakan festival.

Saat ini, lebih banyak negara memutuskan hubungan perjalanan dengan India. AA dan Inggris memberlakukan pembatasan perjalanan di India sejak Senin (19/4).

Sementara itu, Hong Kong telah melarang penerbangan dari India selama dua minggu mulai hari Selasa dan Selandia Baru memberlakukan penangguhan perjalanan dari India, termasuk pada warganya sendiri, hingga 28 April 2021 mendatang.

Singapura dan Jepang juga demikian. Pemerintah Jepang menetapkan larangan masuk bagi warga dari 152 negara, termasuk Indonesia dan India, untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Di tempat terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan enam varian baru virus korona masuk kategori variant of interest (VoI) atau yang perlu mendapat perhatian. n SB/AFP/P-4

Artikel Asli