Loading...
Loading…
Varian Virus Covid-19 Diklaim Lebih Agresif pada Wanita Hamil, Brasil Peringatkan Tunda Kehamilan

Varian Virus Covid-19 Diklaim Lebih Agresif pada Wanita Hamil, Brasil Peringatkan Tunda Kehamilan

Global | okezone | Senin, 19 April 2021 - 09:44

SAO PAULO - Brasil \xc2\xa0memperingatkan wanita untuk menunda kehamilan sampai pandemi virus Covid-19 terparah berlalu. Varian virus corona di Brasil diklaim lebih agresif pada wanita hamil.

"Jika memungkinkan, (para wanita harus) menunda kehamilan sedikit ke waktu yang lebih baik sehingga (mereka) dapat memiliki kehamilan yang lebih damai," kata Sekretaris Perawatan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Brasil Raphael Camara, Jumat (16/4).

"Kami tidak bisa mengatakan ini kepada mereka yang berusia 42, 43 tahun, tentu saja, tetapi bagi seorang wanita muda yang bisa, hal terbaik adalah menunggu sebentar," terangnya saat konferensi pers.

Menurut Universitas Johns Hopkins, Brasil berada di urutan kedua setelah AS dalam hal kematian akibat Covid-19,, dengan 368.749 kematian dan lebih dari 13,8 juta kasus. Kota-kota di seluruh negeri telah terpukul keras oleh lonjakan kasus Covid-19 dan kematian baru-baru ini, sebagian didorong oleh varian baru yang diyakini lebih menular dan beberapa orang Brasil mengabaikan tindakan pencegahan jarak sosial.

Camara mengatakan kementerian sedang mengerjakan studi tentang masalah kehamilan dan variannya.

“Kami tidak memiliki studi nasional atau internasional, tetapi secara klinis para ahli menunjukkan bahwa varian baru memiliki tindakan yang lebih agresif pada ibu hamil,” ujarnya.

"Sebelumnya, [keparahan] dikaitkan dengan akhir kehamilan, tapi sekarang (mereka) melihat evolusi yang lebih serius di trimester kedua dan bahkan di trimester pertama," tambahnya.

Tim ahli kesehatan masyarakat memperingatkan pekan ini jika Brasil bisa menuju masa yang lebih buruk berkat kombinasi kekacauan politik dan kelambanan,

"Di Brasil, tanggapan federal telah menjadi kombinasi berbahaya dari kelambanan dan kesalahan, termasuk promosi chloroquine sebagai pengobatan meskipun kurangnya bukti,"ungkap tim yang dipimpin oleh Marcia Castro dari Harvard TH Chan School of Public Health, para ahli di University of S\xc3\xa3o Paulo dan di tempat lain yang menulis dalam laporan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Science.

Para peneliti berpendapat tanggapan yang "cepat dan adil" dari pemerintah federal dapat membantu menahan wabah dan melindungi yang paling rentan - tetapi para pemimpin telah gagal, dan masih gagal, untuk melakukannya.

Di kota Manaus, lonjakan kasus yang parah menyebabkan sistem rumah sakit runtuh, dengan kekurangan oksigen untuk pasien.

\'
Original Source

Topik Menarik

{