Menhan Filipina: China Ingin Menguasai Lebih Banyak Perairan Laut China Selatan

Global | inewsid | Published at Senin, 05 April 2021 - 10:30
Menhan Filipina: China Ingin Menguasai Lebih Banyak Perairan Laut China Selatan

MANILA, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina Delfin Lorenzana menyebut China ingin menduduki lebih banyak wilayah perairan Laut China Selatan. 

Pernyataan itu disampaikan terkait masih berlanjutnya kehadiran kapal-kapal China di perairan sengketa Whitsun Reef yang dicurigai membawa milisi. Beberapa pekan lalu Filipina telah memprotes kehadiran ratusan kapal tersebut.

Namun seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan, kapal-kapal itu berada di dekat terumbu karang untuk berlindung dari cuaca laut yang ganas serta tidak ada milisi di dalamnya.

"Kehadiran milisi kelautan China yang terus menerus di daerah itu menunjukkan niat mereka untuk menduduki perairan Laut Filipina Barat lebih lanjut," kata Lorenzana, merujuk pada Laut China Selatan, dalam pernyataannya Minggu, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Ini merupakan pernyataan bermusuhan kedua yang disampaikan Lorenzana dalam 2 hari. Dia mendesak agar kapal-kapal China meninggalkan perairan yang disebut Filipina dengan Julian Felipe Reef, terletak di zona ekonomi eksklusif (ZEE) sejauh 200 mil itu.

Pada Sabtu, Lorenzana juga mengatakan masih ada 44 kapal China di Whitsun Reef meskipun cuaca sudah membaik.

"Saya tidak bodoh. Sejauh ini cuaca bagus, jadi mereka tidak punya alasan untuk tinggal di sana," ujarnya.

"Mereka telah melakukan ini sebelumnya di Panatag Shoal atau Bajo de Masinloc serta di Panganiban Reef, dengan berani melanggar hak kedaulatan Filipina di bawah hukum internasional," kata Lorenzana, menegaskan.

Sementara itu Kedutaan Besar China di Manila mengomentari pernyataan Lorenzana dengan mengatakan sangat wajar kapal-kapalnya menangkap ikan dan berlindung di dekat terumbu karang saat kondisi cuaca buruk. 

"Tidak ada yang berhak membuat pernyataan ceroboh tentang kegiatan seperti itu," demikian pernyataan kedubes.

Pengadilan internasional membatalkan klaim China atas 90 persen Laut China Selatan pada 2016, namun Beijing tidak mengakui keputusan tersebut bahkan terus membangun pulau-pulau buatan di perairan sengketa yang dilengkapi radar, rudal, serta hanggar untuk jet tempur.

Artikel Asli