Mengenal Gangguan Kekebalan

koran-jakarta.com | Gaya Hidup | Published at 17/03/2021 06:11
Mengenal Gangguan Kekebalan

Sistem kekebalan terdiri dari sel, jaringan, dan organ khusus yang bekerja sama untuk melindungi dari bakteri atau virus. Pada gangguan sistem kekebalan, sistem ini malah melawan fisiknya sendiri.

Menurut ahli imunologi dari Australian National University (ANU) Paula Gonzalez-Figueroa, jenis gangguan sistem kekebalan berupa alergi, anafilaksis, dan autoimun.Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh manusia terhadap benda tertentu (alergen), yang seharusnya tidak menimbulkan reaksi di tubuh orang lain.

"Reaksi tersebut dapat muncul dalam bentuk pilek, bersin, ruam kulit yang gatal, atau bahkan hingga reaksi berat seperti sesak napas," kata Figueroa seperti dilansir Science Alert.

Penyebab alergi bermacam-macam seperti debu, kulit mati hewan peliharaan, kacang. Tapi juga bisa dari gigitan serangga seperti kecoa, paparan ulat bulu, obat-obatan, tanaman beracun dan bahan lateks.

Reaksi alergi berat disebut anafilaksis. Kondisi ini dapat mengakibatkanpenurunan tekanan darah secara drastic, sehinggaaliran darahterganggu. Dampaknya, berupa kesulitan bernapas, dan menurunnya kesadaran.

Anafilaksis dapat terjadi dalam hitungan menit setelah penderita terpapar oleh alergen. Dalam kurun waktu 12 jam setelah syok pertama, syok tersebut berpotensi untuk kembali terjadi (biphasic anaphylaxis). Kondisi syok tersebut perlu mendapat penanganan secepatnya karena dapat mengancam jiwa.

Perlu diketahui juga, alergi anafilaksis disebabkan oleh reaksi hipersensitif atau reaksi alergi yang parah. Reaksi hipersensitif akan menyebabkan sistem imun bereaksi tidak normal atau berlebihan terhadap alergen.

Alergen pemicu anafilaksis berupa obat-obatan tertentu, seperti obat antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid, obat pelemas otot, atau obat anti kejang. Dari makanan bisa karena mengonsumsi makanan laut, telur, susu, gandum, kacang, atau buah.

Sengatan serangga seperti semut merah, lebah, lipan, dan tawon juga bisa sebabkan anafilaksis. Kemudian, pengawet makanan, tanaman seperti rumput atau serbuk sari bunga, dan debu juga bisa menyebabkan alergi anafilaksis.

Gangguan reaksi kekebalan juga dapat menyebabkan penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi karena sistem kekebalan yang seharusnya melindungi dari bakteri dan virus, secara keliru malah menyerang tubuh sendiri.

"Biasanya, sistem kekebalan dapat membedakan antara sel asing dan sel kita sendiri. Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan salah menganggap bagian tubuh kita seperti persendian atau kulit sebagai benda asing," tulis laman Health Line.

Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Beberapa jenis penyakit tersebut di antaranya memiliki gejala serupa seperti kelelahan, nyeri otot, dan demam.

Ada lebih dari 80 penyakit autoimun. Di antaranya penyakit lupus, graves, psoriasis, multiple sclerosis, myasthenia gravis, Tiroiditis Hashimoto, Kolitis ulseratif dan Crohn's disease. Kemudian, rheumatoid arthritis, sindrom Guillain Barre, dan Vaskulitis.

Beberapa jenis penyakit tersebut di antaranya memiliki gejala berupa kelelahan, nyeri otot, demam, dan ruam pada kulit. Orangnya mengalami kerontokan rambut, sulit konsentrasi, kesemutan di tangan dan kaki.

hay/G-1

Artikel Asli