Mochammad Dandi Sepsaditri : Kembangkan Bisnis Bakso Aci Dengan Inovasi dan Kolaborasi

youngster.id | Gaya Hidup | Published at 17/03/2021 00:20
Mochammad Dandi Sepsaditri : Kembangkan Bisnis Bakso Aci Dengan Inovasi dan Kolaborasi

Bakso adalah salah satu jajanan yang populer di Indonesia. Menu yang satu ini memiliki beragam varian dan rasa. Mulai dari bakso daging, bakso urat, bakso isi telur, bakso goreng hingga bakso aci. Bakso aci terbilang yang terakhir muncul dan tengah menjadi jajanan populer, terutama di kalangan anak muda. Bahkan, bisnis bakso aci ini berkembang pesat.

Bakso aci terbilang berbeda dari bakso yang sudah dikenal selama ini. Bakso ini tidak terbuat dari daging tetapi dari tepung kanji, meski bentuknya tetap bulat-bulat seperti bola. Ciri menu ini khas, yaitu berkuah gurih, asam dengan aroma kencur yang menggugah.

Awalnya bakso aci ini populer sebagai jajanan khas dari Garut, Jawa Barat. Namun seiring kehadirannya di dunia digital, pamor baso aci pun menjadi viral, bahkan penikmatnya menyebar luas ke seluruh Indonesia.

Peluang ini yang ditangkap oleh Mochammad Dandi Sepsaditri yang membuka usaha bakso aci dengan brand Baso Aci Akang pada tahun 2018 di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten.

“Saya memutuskan mencoba jualan bakso aci karena memang belum ada bisnis ini, selain di Garut. Lalu saya berfikir untuk mengembangkan bisnis bakso aci dalam berupa outlet karena bakso aci memiliki potensi bahwa makanan tradisional ini bisa diterima oleh masyarakat,” kata Dandi, Owner dan CEO Baso Aci Akang kepada youngster.id.

Selain berbisnis, Dandi berharap dapat memperkenalkan dan melestarikan kuliner asli daerah.  “Tujuan saya mendirikan usaha ini tak lain untuk terus melestarikan kuliner asli daerah dan membawa kuliner ini to the next level, tentunya dikemas lebih up to date sehingga mampu terus bersaing dengan bisnis kuliner lainnya,” ungkap Dandy penuh semangat.

Pria kelahiran Bandung, 19 September 1989 ini mengungkapkan, usaha ini bermodalkan keyakinan. Dengan modal tabungan yang pas-pasan, Dandi membeli sebuah etalase bekas penjual minuman, meminjam dua meja milik tetangganya, menyewa tempat seadanya, dan melakukan operasional kedai sendiri, termasuk ketika melayani pesanan pelanggan.

Di awal bisnis ini kurang berjalan mulus. Bahkan dia mengaku sempat didera rugi Rp 500 ribu untuk menutup ongkos sewa karena kios sepi. Semangat tak mudah menyerah membuat dia terus menjalankan usaha ini. Hasilnya dalam empat bulan, dia sudah bisa membuka cabang kedua di kawasan Karawaci. Dandi juga melancarkan strategi bisnis lain, yakni membuat gerobak. Karyawan pun diberi seragam. Cara itu diyakini Dandi ikut meningkatkan kepercayaan dari pelanggan.

“Selanjutnya saya membuat prosedur produksi dan operasional dengan standar khusus. Semua harus diterapkan di setiap gerai, ya supaya kualitas produk terjaga,” jelasnya.

Alhasil dengan cepat usaha ini berkembang. Bisnis di bawah bendera PT Rasa Muda Makmur ini sekarang sudah punya  90 cabang yang tersebar di Tangerang, Lampung, Serang, Cilegon, Pandeglang, Jakarta, Bekasi, Bogor, Bandung, Cirebon, Solo, Purwokerto, Semarang, Jogjakarta, Malang, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, sampai ke Bali.

Inovasi dan Kolaborasi

Dandi menuturkan kunci utama keberhasilannya menekuni dunia usaha kuliner selama ini, antara lain selalu berpegang dan tetap konsisten terutama dalam berinovasi, menjaga kualitas produk dan menjaga standarisasi produk khususnya ketika dirinya memonetisasi usaha rintisannya ini.

“Kunci utama adalah tetap berinovasi, menjaga kualitas produk dan menjaga standarisasi produk,” ucapnya.

Dandi juga menyebut, usahanya memiliki model bisnis berbeda dari pedagang bakso aci lainnya. Dia menerapkan bisnis model dalam bentuk program investasi untuk Baso Aci Akang. Untuk itu, kepada para pelanggan dia menghadirkan dua pilihan yaitu outlet atau dine in dan bentuk take away atau drive thru.

Dandi mengungkapkan kehadiran usaha dengan nama Baso Aci Akang merupakan solusi bagi calon mitra yang ingin memulai bisnis namun masih ragu untuk terjun langsung. Wajar, jika hadirnya Baso Aci Akang menjadi jawaban atas keresahan calon investor tersebut.

“Pada dasarnya, Baso Aci Akang merupakan solusi bagi calon investor yang ingin memulai bisnis namun masih ragu untuk terjun langsung karena belum memiliki pengalaman yang banyak, kurang SDM atau susah dalam menemukan partner kerja. Maka dari itu, kami hadir menjadi jawaban atas keresahan calon investor tersebut,” tuturnya.

Dia menyebut pihaknya menawarkan lowrisk investment kepada para investor. Pihaknya siap untuk menjalankan operasional di lapangan, mengatur strategi pemasaran hingga menyiapkan konten untuk sosial media.

“Calon investor cukup melakukan monitoring saja selebihnya tim manajemen Baso Aci Akang yang akan menjalankan operasional dan strategi marketing-nya,” ujar Dandi.

Untuk semakin memperkuat brand Baso Aci Akang, terutama untuk kalangan milenial, Dandi berkolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan mengandeng musisi Laleilmanino untuk merilis single lagu yang berjudul ‘Sayang’ sebagai bagian dari promosi.

“Baso Aci Akang memberikan gebrakan baru bukan hanya di dunia kuliner, tetapi juga di kancah musik Indonesia dengan menggandeng musisi hebat seperti Laleilmanino yang akan merilis lagu sebagai persembahan wajah baru Baso Aci Akang,” kata Dandi bangga.

Judul lagu tersebut juga akan menjadi nama menu terbaru Baso Aci Akang di seluruh outlet. Dan, ternyata lagu yang menggambarkan mengenai enak dan gurihnya makan Baso Aci Akang ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, sehingga sudah didengar lebih dari 179.176 kali di platform musik.

“Dimasa sulit seperti sekarang ini, kolaborasi merupakan kunci untuk saling menguatkan bagi sesama pengusaha yang bergerak di F&B. Melalui kolaborasi juga, kami optimis ke depannya dapat membuka 60 cabang Baso Aci Akang dengan program investasi kemitraan outlet hingga akhir tahun ini. Target kami, di penghujung tahun Baso Aci Akang telah melebarkan sayap lebih besar hingga memiliki 150 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Dandi lagi.

Berkat kerja keras, inovasi dan kolaborasi, kini Baso Aci Akang sudah memiliki 90 outlet yang tersebar di berbagai kota (Foto: Istimewa)

Wajah Baru

Dandi mengungkapkan tiga tahun usaha Baso Aci Akang berdiri tak menemui kendala berarti yang ditemuinya selama ini. “Yang namanya usaha pasang surut dalam bisnis pasti ada, namun saya tetap berikhtiar dan yakin usaha dan kerja keras akan membuahkan hasil yang manis,” tutur Dandi.

Dia mengakui pandemi Covid-19 sempat membuat bisnisnya goyah. “Tentu pandemi sangat berdampak untuk seluruh line business tidak hanya di dunia kuliner. Tetapi cara mengatasinya, di sini kami harus bisa cepat beradaptasi dengan situasi terbaru agar dapat terus bertahan,” jelas Dandi.

Untuk itu, Dandi kembali beradaptasi dengan keadaan dan mengeluarkan produk makanan beku, Akang Food. “Hal itu untuk menjangkau pembeli yang kini lebih memilih memasak sendiri karena mereka sedang menjaga jarak fisik dan enggak pergi ke tempat ramai,” kata Dandi lagi.

Tidak hanya itu, Dandi pun terus melakukan terobosan. Setelah menggandeng musisi Laleilmanino, Baso Aci Akang juga menggandeng entrepreneur, influencer dan Youtuber Arief Muhammad bergabung sebagai CMO di tim manajemen Baso Aci Akang, terhitung sejak akhir Februari 2021.

Menurut Dandi, kolaborasi ini juga merupakan bagian dari re-branding Baso Aci Akang. “Karena kami ingin menampilkan wajah baru yang lebih fresh dan fun,” ujarnya lagi.

Cara ini juga diyakini Dandi ikut meningkatkan kepercayaan dari pelanggan. Menurut dia, bergabungnya Arief tentu akan memberikan suasana berbeda dan akan timbul banyak ide-ide segar untuk meningkatkan value bisnis ini sendiri. Mengingat, target pasar utama Baso Aci Akang merupakan kalangan dari milenial dan Gen Z yang sudah tentu mengenal sosok Arief Muhammad.

“Dengan bergabungnya Arief ke dalam manajemen Baso Aci Akang, kami optimis akan banyak ide-ide menarik yang akan menambah value dari bisnis ini. Kami juga yakin dengan adanya kerja sama ini, akan semakin luas jangkauan pasarnya, mengingat Arief merupakan seorang influencer yang cukup berpengaruh di kalangan anak muda, dan Arief sendiri bukan pertama kalinya bisnis di industri kuliner,” kata Dandi.

Dandi mengaku tengah mempersiapkan pengembangan usaha, terutama untuk lini produk F&B dengan konsep yang berbeda. “Sebagai target ke depan kami berharap bisa mampu membuka cabang lebih banyak di daerah lainnya, sehingga usaha ini dapat terus berkembang,” tutup Dandi.

======================

Mochammad Dandi Sepsaditri

  • Tempat Tanggal Lahir           : Bandung, 19 September 1989
  • Usaha yang dikembangkan : Jualan bakso aci
  • Nama Usaha                          : PT Rasa Muda Makmur
  • Nama brand                          : Baso Aci Akang
  • Mulai Usaha                          : Januari 2018
  • Modal Awal                          : Rp 8 Juta
  • Jumlah Cabang                    : 90 outlet
  • Jumlah karyawan                 : 60 karyawan

======================

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia

Artikel Asli