Na Willa Tayang di London, Budaya Indonesia Meriahkan CelebrAsia 2026

Na Willa Tayang di London, Budaya Indonesia Meriahkan CelebrAsia 2026

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 15 September 2026 - 08:46
share

Film keluarga Indonesia Na Willa mendapat sambutan hangat dari masyarakat London saat diputar dalam festival CelebrAsia 2026 di Battersea Power Station. Pemutaran film tersebut menjadi bagian dari rangkaian “Celebrate Indonesia at CelebrAsia” yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bersama seniman, komunitas budaya, dan pelaku usaha Indonesia.

Na Willa diputar di The Cinema in the Power Station pada 12–13 September 2026. Kehadiran film ini menjadi kesempatan bagi penonton Inggris untuk menyaksikan karya sinema Indonesia di layar lebar sekaligus mengenal kehidupan masyarakat Indonesia dari sudut pandang yang dekat dan humanis.

Aktris cilik pemeran Na Willa, Louisa Adreena, juga turut menyapa penonton London secara daring melalui panggilan video. Penonton berkesempatan berinteraksi langsung dan menyampaikan apresiasi atas penampilan Louisa maupun film Na Willa secara keseluruhan.

Berlatar Surabaya pada era 1960-an, Na Willa mengisahkan seorang anak perempuan berusia enam tahun yang tumbuh dengan rasa ingin tahu, persahabatan, serta berbagai perubahan di sekelilingnya. Cerita disampaikan melalui sudut pandang seorang anak sehingga terasa hangat dan dekat, sekaligus mudah dipahami oleh penonton dari berbagai latar budaya.

Sambutan positif dari penonton di London menunjukkan bahwa kisah yang berangkat dari pengalaman masyarakat Indonesia tetap dapat menemukan relevansinya di tengah penonton internasional.“Indonesia memiliki begitu banyak cerita yang layak dikenal dunia. Melalui film, musik, tari, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya, kita dapat memperkenalkan Indonesia dengan cara yang lebih dekat dan personal,” ujar Duta Besar RI untuk Inggris, Irlandia, dan IMO, Desra Percaya.

“Saya senang melihat karya-karya Indonesia mendapat sambutan hangat dari masyarakat Inggris. Ini menunjukkan bahwa meskipun kita memiliki latar budaya yang berbeda, ada banyak pengalaman dan nilai kemanusiaan yang dapat kita rasakan bersama. Saya harap semakin banyak karya kreatif Indonesia yang dapat menjangkau penonton internasional dan membuka rasa ingin tahu untuk mengenal Indonesia lebih jauh,” lanjutnya.

Indonesia Tampilkan Ragam Budaya Nusantara

CelebrAsia merupakan festival tahunan budaya Asia Tenggara terbesar di London. Edisi ketiga festival ini berlangsung pada 11–13 September 2026 di kawasan ikonik Battersea Power Station dan terbuka untuk umum. Pada tahun sebelumnya, CelebrAsia tercatat menarik sekitar 176.000 pengunjung.

Dalam gelaran tahun ini, Indonesia tidak hanya hadir melalui film. Beragam kesenian tradisional juga ditampilkan, mulai dari angklung, tari tradisional hingga pencak silat.Kelompok tari Indonesia membawakan Tari Gentra Pinantri, sementara demonstrasi dan lokakarya pencak silat memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat warisan seni bela diri Indonesia.

Ansambel angklung bersama Paduan Suara Swara Nusantara juga tampil membawakan sejumlah lagu tradisional Indonesia serta lagu-lagu pop Barat yang sudah akrab di telinga masyarakat. Dalam salah satu penampilan tersebut, Duta Besar Desra Percaya ikut memainkan saksofon.

Kolaborasi itu mempertemukan musik tradisional Indonesia dengan repertoar yang dikenal masyarakat setempat, sekaligus menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi ruang pertemuan lintas negara.

Pada Minggu, 13 September, giliran kelompok gamelan dan tari Indonesia Lila Cita dan Lila Bhawa yang tampil dalam rangkaian festival. Kelompok tersebut dipimpin Indonesianis sekaligus pakar gamelan Andy Channing bersama direktur artistik Ni Made Pujawati.

Penampilan mereka menjadi gambaran bagaimana seni tradisional Indonesia terus berkembang dan mendapat tempat di tengah komunitas budaya Indonesia maupun masyarakat internasional.Kuliner dan Produk UMKM Ikut Meramaikan

Representasi Indonesia di CelebrAsia juga hadir melalui cita rasa kuliner Nusantara. Sejumlah pelaku usaha seperti Bija Coffee, Dapur CUK, Mitzi's Bakes, Borobudu Haus, Bali Satay House, dan Indonesian Coconut Curry turut menyajikan beragam makanan dan minuman.

Mulai dari kopi hingga hidangan rumahan, sajian tersebut memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung untuk mengenal Indonesia, bukan hanya melalui film dan pertunjukan seni, tetapi juga lewat kekayaan kulinernya.

Produk kerajinan dan UMKM Indonesia turut dipamerkan dalam Artisan Market CelebrAsia melalui partisipasi InduHouse dan UniSnacks. Kehadiran mereka semakin memperkuat nuansa Indonesia dalam festival budaya Asia Tenggara tersebut.

Kehadiran Indonesia di CelebrAsia 2026 memperlihatkan bagaimana budaya dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat melalui cerita, musik, tari, kuliner, hingga produk kreatif.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KBRI London berharap semakin banyak sineas, seniman, komunitas budaya, dan pelaku usaha Indonesia yang mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik internasional.

Topik Menarik