Kronologi Tasyi Athasyia Ditipu Karyawan Selama Setahun, 12 Barang Branded Dijual Online
Influencer Tasyi Athasyia mengungkap pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya. Ia mendapati karyawannya sendiri diduga mencuri sejumlah barang miliknya selama kurang lebih satu tahun.
Tasyi pun membagikan kronologi dugaan penipuan yang dilakukan karyawannya tersebut. Sebelumnya ia mengaku trauma dan membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk kembali membangun kepercayaan kepada orang lain.
Baca juga: Daus Mini Resmi Laporkan Kasus Pencatutan Nama ke Polda Metro Jaya
Pasalnya sebelumnya Tasyi juga pernah mengalami kejadian serupa yaitu difitnah oleh mantan karyawannya. Kini ia kembali menjadi korban penipuan oleh karyawannya sendiri.
Kejadian itu bermula ketika karyawan tersebut masuk tanpa pengalaman dan sebelumnya hanya menerima gaji sekitar Rp1 juta di tempat kerja lama. Setelah bergabung dengannya, Tasyi mengaku menaikkan gaji karyawan tersebut hingga di atas UMR, memberikan bonus, mengajak jalan-jalan, hingga menyediakan fasilitas kerja yang nyaman.Namun, Tasyi justru mengetahui karyawan tersebut diduga mengambil dan menjual barang-barang miliknya. Kecurigaan bermula sekitar Maret ketika Tasyi selesai merenovasi walk-in closet.
Baca juga: Siap Harumkan Nama Bangsa, Audrey Bianca Bertolak ke Vietnam Wakili Indonesia di Miss World 2026
Saat hendak merapikan koleksi tas, ia mendapati sekitar lima tas miliknya hilang.
“Tiba-tiba ada sekitar 5 tas aku hilang. Di situ jujur aku pasrah aja, cuma aku cari di area rumah dan pas enggak ketemu, aku udah ikhlasin,” tulis Tasyi.
Setelah kejadian itu, Tasyi mengaku semakin banyak barang miliknya yang hilang. Namun, ia memilih tidak mencari tahu lebih jauh dan menganggap barang tersebut memang bukan lagi rezekinya.Hingga akhirnya, sebuah notifikasi email membuka dugaan pencurian tersebut. Tasyi menjelaskan seluruh anggota timnya menggunakan akun email masing-masing melalui iMac yang sama.
Baca juga: Sengketa Miraval Memanas, Brad Pitt Desak Angelina Jolie Serahkan Data Keuangan
Suatu malam, salah satu anggota timnya secara tidak sengaja menerima notifikasi email milik karyawan yang diduga sebagai pelaku di ponselnya. Notifikasi tersebut menunjukkan adanya transaksi penjualan sebuah barang.
Setelah diperiksa, ternyata barang yang dijual merupakan sepatu milik Tasyi. Anggota tim tersebut kemudian menelusuri email dan menemukan sejumlah bukti transaksi barang-barang Tasyi yang sebelumnya dinyatakan hilang.
“Ketika dia scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang-barang aku yang selama ini hilang, total saat ini yang ketahuan ada 12 barang, dan hampir semua dijual di sumber yang sama,” ungkapnya.Barang-barang tersebut diduga dijual melalui salah satu toko jual beli barang branded yang cukup dikenal di media sosial. Menurut Tasyi, toko tersebut menerima barang tanpa proses tatap muka sehingga karyawan tersebut mengirim barang-barang miliknya menggunakan layanan pengiriman.
Awalnya, Tasyi mengaku masih berniat memaafkan karyawan tersebut. Namun, pelaku dinilai tidak menunjukkan itikad baik dan tak mau mengakui perbuatannya.
Setelah bukti-bukti ditunjukkan, karyawan tersebut akhirnya mengaku. Bahkan, menurut Tasyi, jumlah barang yang dijual ternyata lebih banyak dari 12 barang yang telah ditemukan buktinya.
“Pas ditanya berapa banyak, dia jawab enggak inget karena banyak,” katanya.
Tasyi juga menuding karyawan tersebut sempat memfitnah rekan kerja lainnya dengan tuduhan mencuri. Akibat tuduhan tersebut, salah satu karyawan bahkan pernah dikeluarkan dari pekerjaannya.
Atas kejadian tersebut, Tasyi akhirnya memutuskan membawa persoalan itu ke pihak berwajib.










