Olahraga 150 Menit per Minggu Ampuh Bisa Bikin Jantung Sehat, Cek Faktanya!
JAKARTA - Gaya hidup yang kurang baik bisa menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya area jantung. Untuk itu, olahraga teratur dapat memperkuat otot jantung seperti otot lainnya di tubuh. Aktivitas fisik juga dapat membantu jantung memompa darah lebih efisien ke otot, jaringan, dan bagian tubuh lainnya.
Selama ini, kita sering mendengar anjuran untuk rutin berolahraga demi menjaga kesehatan jantung. Angka yang paling sering disebut oleh para ahli kesehatan adalah 150 menit per minggu. Namun, tahukah kamu kalau sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa angka tersebut mungkin belum cukup untuk memberikan perlindungan yang maksimal? Mari bedah faktanya bersama-sama!
Temuan Mengejutkan dari Riset Terbaru
Menurut standar dari berbagai institusi kesehatan ternama seperti American Heart Association, berolahraga aerobik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, bersepeda santai, atau jogging selama 150 menit per minggu sudah dianggap cukup memadai.
Angka ini setara dengan sekitar 30 menit sehari, selama lima hari dalam seminggu. Akan tetapi, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine membawa perspektif baru.
Para peneliti dari Macao Polytechnic University di Tiongkok menganalisis data kesehatan dari belasan ribu peserta. Hasilnya, untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular secara optimal (hingga lebih dari 30 persen), seseorang idealnya membutuhkan waktu olahraga sekitar 560 hingga 610 menit per minggu. Angka ini hampir empat kali lipat dari anjuran standar!
Bagi mereka yang memiliki tingkat kebugaran awal yang rendah, waktu yang dibutuhkan bahkan bisa mencapai 600 menit per minggu agar manfaat perlindungan jantungnya benar-benar terasa secara signifikan.
Pandangan Para Ahli Kesehatan
Mendengar target 600 menit per minggu atau sekitar 1,5 jam lebih setiap harinya mungkin membuat sebagian dari kita merasa terbebani. Untungnya, para ahli medis memiliki pandangan yang jauh lebih membumi dan realistis terkait hasil riset ini:
Dr. Keith Diaz (Profesor Kedokteran Perilaku, Columbia University Medical Center) sepakat dengan prinsip dasar medis bahwa "semakin banyak bergerak, semakin baik". Namun, Dr. Diaz menyoroti bahwa menargetkan 600 menit per minggu sangatlah tidak praktis bagi masyarakat modern.
Ia khawatir target yang terlampau tinggi ini justru akan mengintimidasi orang-orang yang baru mau mulai berolahraga, sehingga mereka malah jadi berkecil hati.
Dr. Kevin Shah (Ahli Jantung, MemorialCare Heart and Vascular Institute) mengatakan, anjuran 150 menit per minggu tetaplah sebuah fondasi standar yang sangat kuat. Jika seseorang sanggup melampauinya, tentu performa tubuh akan menjadi lebih baik. Ia memberikan pesan penting, "Konsistensi jauh lebih penting daripada berusaha melakukan semuanya dengan sempurna."










