Menkes Budi Gunadi Ungkap Fakta Mengejutkan: Topping Boba Setara 150 Kalori!

Menkes Budi Gunadi Ungkap Fakta Mengejutkan: Topping Boba Setara 150 Kalori!

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 28 April 2026 - 07:06
share

MENTERI Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan fakta mengejutkan. Dia mengatakan bahwa kandungan manis dalam toping minuman kekinian yaitu boba, setara dengan 150 kalori atau 10 gram gula!

Hal itu diungkapkan Budi melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya. Ia menyoroti kebiasaan konsumen yang sering memesan varian rendah gula (less sugar), namun tetap menambahkan boba, yang dinilainya sebagai tindakan kontradiktif.

"’Mas, mau yang less sugar-nya satu tapi ditambah boba-nya ya. Lah, sama aja bohong enggak sih?” kata Budi, dikutip Selasa (28/4/2026).

1. Kalori pada Boba

Menkes Budi menjelaskan bahwa banyak orang tidak menyadari besarnya kandungan kalori dalam butiran boba tersebut. Meskipun ukurannya kecil dan hanya dianggap sebagai pelengkap, satu porsi boba memiliki nilai kalori dan gula yang cukup signifikan bagi tubuh.

"Tahu enggak sih satu porsi topping boba ini setara 150 kalori atau 10 gram gula. Kelihatannya kecil dan namanya disebut topping," ucap Menkes Budi.

Lebih lanjut, Budi menuturkan dampak penambahan boba terhadap peringkat nutrisi sebuah minuman. Berdasarkan sistem label nutrisi yang tengah digalakkan pemerintah, penambahan boba dapat mengubah profil kesehatan minuman tersebut secara drastis.

"Tapi sebenarnya dengan nambah boba itu bisa naikin dari nutri level B menjadi ke D. Bayangin itu. Hanya gara-gara nambah topping boba," tutur Budi.

 

2. Label Nutrilevel

Apalagi, aturan kementerian yang baru saja diterbitkan terkait label nutrilevel minuman ternyata masih fokus pada kandungan cairan. Sementara itu, kandungan gula pada boba itu sendiri belum masuk perhitungan standar pengukuran kadar gula minuman kemasan.

"Sementara aturan Kemenkes yang saya baru keluarkan, itu hanya menghitung kadar gula di cairannya. Bukan di boba-nya. Kalau nambah boba, jadi lebih tinggi. Nah, itu yang belum kita ukur," tambah Menkes Budi.

Budi mengimbau masyarakat lebih bijak dan berhati-hati dalam memilih tambahan topping. Sebab, risiko lonjakan gula darah yang cepat hingga ancaman diabetes menjadi alasan utama mengapa konsumen sebaiknya menghindari boba demi kesehatan jangka panjang.

"Jadi, kalau mau nambah ekstra topping boba, hati-hati. Jadi, kalau mau minum milk tea, jangan pesan topping boba ya. Nanti gulanya jadi cepat tinggi dan cepat diabetes," pungkas dia.

Topik Menarik