Rumah Dijarah Hingga Kosong, Uya Kuya Tegas Tak Mau Jual karena Nilai Sejarah
Uya Kuya mengungkap kondisi terbaru rumahnya yang sempat dijarah beberapa waktu lalu. Ia menyebut hingga kini proses renovasi masih berjalan.
Uya mengatakan, kerusakan rumahnya bukan hanya pada barang-barang yang hilang. Rumah tersebut juga dirusak pada bagian-bagian penting yang ikut dibongkar.
Baca juga: Selamat, Uya Kuya dan Gus Miftah Raih Gelar Magister dari Unissula
“Rumah sampai sekarang belum selesai direnovasi dan masih dibetulin. Karena kan rumah saya kemarin bener-bener semua barang ilang. Bukan hanya barang, besi-besi, kusen-kusen, pipa-pipanya diambil, sampai kloset-kloset juga diambil, wastafel, jadi bener-bener kosong bolong semua,” ujarnya, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (22/4/2026).
Proses renovasi rumah tersebut pun memakan waktu cukup lama. Uya mengatakan, proses renovasi sudah berjalan enam bulan dan masih belum selesai.Baca juga: Uya Kuya Bikin Sayembara Cari Pelaku Hoaks Dapur MBG, Hadiahnya Rp1 Juta
“Dan ya itu butuh waktu yang nggak sebentar gitu kan. Dan ini udah berjalan berbulan-bulan, hampir setengah tahun, belum selesai juga,” tambahnya.
Sementara itu, karena kondisi rumah yang masih direnovasi, keluarga Uya pun harus tinggal di tempat lain sementara waktu. Ia mengungkapkan, mertua dan keluarga istrinya masih harus tinggal di rumah kontrakan.
“Makanya kan sekarang mertua gue juga masih kontrak. Karena kan tinggal di situ selain gue kan ada mertua, ada adek-kakaknya Astrid dan keluarga, itu masih kontrak,” jelasnya.
Sementara itu, Uya sendiri tinggal di tempat lain. Bahkan, hewan peliharaannya pun harus dipindahkan ke lokasi khusus.Saat diusulkan untuk menjual rumah tersebut, Uya menegaskan ia tetap ingin mempertahankan karena rumah tersebut punya nilai sejarah yang besar. Ia mengatakan rumah tersebut dibangun sejak belasan tahun lalu dan merupakan hasil kerja kerasnya sendiri.
Uya menegaskan bahwa rumah itu dibangun tidak menggunakan uang rakyat. Kini Uya Kuya pun berharap proses renovasi bisa segera selesai.
“Gue pakai duit hasil jerih payah gue sendiri dan sama sekali nggak ada uang rakyat di situ. Dan gue tetap pengen pertahanin rumah itu karena punya nilai sejarah buat gue,” tutupnya.










