Dokter Anak Ingatkan Jangan Sembarangan Mencium Bayi, Ini Risikonya

Dokter Anak Ingatkan Jangan Sembarangan Mencium Bayi, Ini Risikonya

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 09:13
share

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan mencium bayi yang sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang ternyata menyimpan risiko serius yang kerap diabaikan. Di balik rasa gemas saat bertemu bayi, ada ancaman penularan virus yang bisa berdampak fatal bagi kesehatan si kecil.

Influencer sekaligus dokter spesialis anak, dr Lucky Yogasatria mengingatkan kebiasaan ini tidak boleh dianggap sepele. Meski orang dewasa terlihat sehat, mereka bisa saja menjadi pembawa virus tanpa gejala yang berbahaya bagi bayi.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai “carrier” atau pembawa virus tanpa gejala. Seseorang dapat membawa virus di dalam tubuhnya tanpa merasakan sakit, namun tetap berpotensi menularkannya melalui kontak fisik, termasuk ciuman.

"Dalam dunia medis ada istilahnya 'carrier'. Artinya orang tersebut tuh terlihat sehat, nggak merasa sakit, tapi sebenarnya membawa virus di dalam tubuhnya," ujar dr Lucky dalam unggahan video di akun Instagramnya, dikutip Kamis (16/6/2026).

Menurutnya, sejumlah virus umum yang sering dibawa orang dewasa di antaranya virus flu, RSV (Respiratory Syncytial Virus), hingga herpes simplex. Virus-virus ini pada orang dewasa biasanya hanya menimbulkan gejala ringan seperti batuk atau pilek.

“Contohnya virus flu, RSV, bahkan herpes simplex. Nah, buat orang dewasa mungkin cuman bikin pilek ringan ataupun batuk-batuk biasa aja. Tanpa minum obat pun itu bisa sembuh dalam hitungan hari,” katanya.

Namun, kondisi tersebut berbeda drastis jika terjadi pada bayi. Terlebih pada bayi yang baru lahir, sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sempurna sehingga sangat rentan terhadap infeksi.

“Nah, tapi beda lagi buat bayi, apalagi bayi yang baru lahir. Virus yang sama itu bisa menyebabkan infeksi yang jauh lebih serius," ujarnya.

Infeksi akibat virus pada bayi bisa berkembang menjadi kondisi serius, mulai dari gangguan pernapasan hingga komplikasi lain yang membutuhkan penanganan medis intensif. Inilah yang membuat banyak orang tua bersikap sangat protektif terhadap buah hati mereka.

dr Lucky pun mengimbau masyarakat, khususnya para tamu atau penjenguk bayi, untuk memahami sikap orang tua yang melarang kontak langsung seperti mencium atau menggendong bayi.

“Jadi buat para penjemuk nih, kalau orang tuanya yang ngelarang bayi dicium atau digendong, jangan dianggap lebay. Karena sebenarnya mereka tuh cuman lagi semaksimal mungkin tuh menjaga melindungi bayinya,” katanya.

Atas risiko yang tidak terlihat ini, penting bagi siapa pun untuk lebih bijak dalam mengekspresikan rasa sayang kepada bayi. Menghindari kontak langsung seperti mencium bisa menjadi langkah sederhana namun krusial untuk melindungi kesehatan mereka.

Topik Menarik