Minum Teh Manis Habis Makan Ternyata Berbahaya, Ini Penjelasannya
Teh manis merupakan salah satu minuman yang sudah melekat di masyarakat Indonesia. Minuman tersebut sudah seperti minuman wajib setiap hari, apalagi kenikmatannya lebih terasa jika diminum setelah makan atau saat cuaca panas dengan paduan es batu yang dingin.
Namun sebaiknya anda tidak terlalu sering mengonsumsi teh. Pakar sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama dalam unggahan videonya di Instagram menjelaskan bahwa terlalu sering minum teh setiap waktu bisa berbahaya bagi tubuh.
Baca juga: Awas Minum Teh Manis saat Buka Puasa Berisiko Tinggi Dehidrasi
Sebab, teh memiliki zat yang bernama tenun dan polifenol yang bisa mengikat kandungan zat besi dari makanan yang kita cerna. Hal tes bisa terjadi pada siapapun bak anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua.
“Bukan hanya anak-anak, dewasa, remaja pun bisa kena. Jadi, teh itu mengandung senyawa alami yang bernama tenin dan polifenol. Zat ini bisa mengikat zat besi dari makanan di saluran cerna,” kata dr. Aditya dalam unggahan video di akun instagramnya, dikutip Jumat (10/6/2026).Ia menjelaskan bahwa memang ada studi yang menunjukan, jika kita terlalu sering minum teh zat besi dalam tubuh bdia menurun 50 hingga 70 persen yang akhirnya membuat gizi dari makanan tidak terserap secara optimal oleh tubuh.
Baca juga: BPOM Ungkap Ciri-ciri Es Teh Manis yang Sebaiknya Tidak Dibeli
“Ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi teh saat atau segera setelah makan ini dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga 50 sampai 70 persen yang artinya makanan ini sudah masuk tapi gizinya tidak diserap secara optimal,” ucap dia.
Dampak buruknya bagi tubuh adalah terjadinya defisiensi zat besi ringan yang seringkali tidak disadari. Gejalanya di antaranya adalah cepat lelah, sulit fokus bahka gamang sakit hingga membuat produktivitas menurun.
“Nah, kalau kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus resikonya adalah defisiensi zat besi ringan yang sering tidak disadari di mana gejalanya ini sering dianggap sepele cepat lelah. sulit fokus, gampang pusing, gampang sakit, dan produktivitasnya itu akhirnya menurun,” jelas dr. Aditya.
Selain itu, meminum teh manis setelah makan bisa memicu lonjakan gula darah sebanyak dua kali lipat. “Dan jika ini menjadi kebiasaan yang jangka panjang berkontribusi pada resistensi insulin dan resiko diabetes tipe 2 dan ada juga dampak ke kesehatan gigi kalian,” tutur dia.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar memberi jeda waktu antara mengonsumsi makanan dengan minum teh sekitar satu sampai dua jam. “Kalau ingin minum teh, beri jeda dulu minimal 1 sampai 2 jam setelah makan. Dan untuk minuman yang tepat setelah makan disarankan minuman yang netral yaitu air putih,” pungkas dia.










