Burger Vegan Juicy dan Nugget Rasa Kaviar, Menu Nabati Bikin Ketagihan di Artotel Harmoni

Burger Vegan Juicy dan Nugget Rasa Kaviar, Menu Nabati Bikin Ketagihan di Artotel Harmoni

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 8 April 2026 - 17:40
share

Deretan botol minuman tersusun rapi di belakang bar area Eatspace, Hotel Harmoni Jakarta. Seorang chef fokus memanggang patty nabati, perlahan hingga matang merata. Roti burger dipanaskan hingga teksturnya renyah. Itulah The Stack Burger, salah satu menu dalam Program “A Rebellious Hunger”. Konsep ini mendorong praktik kuliner berkelanjutan dengan aneka menu berbasis plant-based.

Burger yang disajikan menggunakan beev berbasis nabati yang juicy. Lapisan vegan cheddar cheese menambah kekayaan rasa. Saus gurih khas lokal memperkuat karakter hidangan tersebut. Selain itu, Nasi Uduk Roll hadir sebagai inovasi menu tradisional. Bentuknya mirip kebab atau shawarma namun dengan isian lauk nabati bercita rasa pedas. Menu lain adalah Nugget Caviar. Hidangan ini memadukan chick’n nugget dengan anggur laut segar. Tekstur dan rasanya menghadirkan sensasi umami menyerupai kaviar asli.

“A Rebellious Hunger”melibatkan Burgreens dan Green Rebel sebagai mitra utama. Burgreens dikenal sebagai pionir restoran plant-based di Indonesia. Sementara itu, Green Rebel menghadirkan inovasi protein nabati modern. Hasilnya, hidangan memiliki nilai komersial sekaligus relevan dengan tren sehat. Dengan demikian, menu nabati Artotel Harmoni mampu menjawab kebutuhan pasar.

Minuman turut melengkapi pengalaman bersantap yang berbeda. Amaretto Sour disajikan tanpa putih telur. Sebagai gantinya, digunakan air chickpeas yang sepenuhnya vegan. Teksturnya tetap lembut dan ringan di lidah. Selain itu, Banana Chocolate Shake menawarkan rasa manis menyegarkan. Aneka menu nabati ini tersedia untuk publik mulai 15 April hingga 15 Juli 2026.

General Manager Artotel Harmoni Jakarta, Arbiter Gerhard, menekankan pentingnya mengubah persepsi terhadap makanan nabati. “Kami ingin mendobrak stigma makanan nabati itu membosankan. Rasa tentu tetap menjadi prioritas utama,” tuturnya. Dia menyebut konsep ini sebagai “gigitan pemberontak”. Menurutnya, menu tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga bermakna. Pendekatan tersebut menjadi pembeda dari konsep kuliner konvensional.

Topik Menarik