Saat Puasa Menjadi Perisai, Manusia Belajar Menaklukkan Diri Sendiri
Puasa dalam Islam sering dipahami sebagai ibadah menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun dalam Bisikan Ramadan kali ini, Robby Purba bersama Ki Diba menjelaskan bahwa makna puasa sebenarnya jauh lebih dalam dari sekadar menahan diri dari makanan dan minuman.
Ki Diba menyebutkan bahwa puasa memiliki fungsi spiritual yang sangat kuat dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa puasa adalah perisai, yaitu benteng yang melindungi manusia dari berbagai godaan yang dapat menjerumuskan pada dosa.
Baca juga: Akibat Dendam, Misteri yang Meruntuhkan Kehangatan Rumah
Perisai saat berpuasa tersebut bukan hanya melindungi seseorang dari godaan fisik seperti rasa lapar, tetapi juga dari bisikan hawa nafsu yang sering kali muncul dalam berbagai bentuk. Dari emosi, keinginan melanggar aturan, hingga dorongan untuk melakukan hal-hal yang dapat merusak ibadah.
Bang Robby juga mengangkat berbagai pertanyaan yang sering muncul di masyarakat seputar puasa, termasuk mitos tentang puasa yang dilakukan untuk tujuan tertentu di luar ajaran agama.Ki Diba menegaskan bahwa dalam Islam, puasa yang dianjurkan adalah puasa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, seperti puasa Ramadan, puasa Senin Kamis, dan puasa Daud. Sementara praktik puasa yang bertujuan mencari kekuatan tertentu atau kekebalan tubuh dari unsur gaib tidak termasuk dalam ajaran syariat.
Baca juga: Cinta yang Tak Berbalas, Dendam yang Menyasar Satu Keluarga
Ki Diba juga menyebutkan bahwa kekuatan yang muncul dari seseorang yang rajin berpuasa bukan hanya berasal dari hal mistis, melainkan dari keteguhan iman. Seseorang yang dekat dengan Allah, rajin beribadah, serta menjaga wudu dan zikir akan memiliki ketenangan batin yang berbeda karena keteguhan dan keimanannya.
Robby Purba bahkan menyinggung fenomena yang sering dirasakan masyarakat ketika melihat seseorang yang rajin beribadah. Wajah mereka sering terlihat lebih tenang dan bersinar dibandingkan orang lain. Ki Diba juga menjelaskan bahwa wudhu memiliki makna spiritual yang cukup dalam. Setiap anggota tubuh yang dibasuh dalam wudhu juga berbarengan dan disertai dengan doa, sehingga saat berwudhu kita tidak hanya membersihkan diri secara fisik tetapi juga membersihkan dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Di akhir perbincangan, Ki Diba menyampaikan pesan penting bagi para penonton agar menjadikan puasa sebagai sarana memperkuat iman. Ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki diri dan menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Bang Robby pun menutup pembahasan dengan refleksi sederhana namun mendalam. “Ramadan itu seperti tempat kita mencuci dosa. Belum tentu tahun depan kita masih diberi kesempatan yang sama,” ujar Robby Purba.
Saksikan kisah lengkapnya hanya di channel YouTube @robbypurbaofficial.










