Menkes Ajak Warga Indonesia Minum Air Kelapa saat Buka Puasa, Ini Alasannya
JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagikan edukasi kesehatan melalui konten Budi Gemar Sharing #BGS di Instagram bgsadikin soal pilihan minuman saat berbuka puasa. Dalam video itu, ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang identik dengan minum sirup manis berwarna merah saat berbuka.
“Siapa ya yang kemakan iklan? Kalau buka puasa harus minum sirup merah itu? Minum ini tidak benar dan tidak sehat. Manis banget tahu!” ujarnya.
Menurutnya, minuman dengan kadar gula tinggi memang terasa menyegarkan, namun dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat setelah seharian berpuasa. Sebagai alternatif, ia menganjurkan masyarakat memilih air kelapa saat berbuka.
Pasalnya, selama berpuasa tubuh mengalami dehidrasi karena tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam. Air kelapa dinilai memiliki kandungan elektrolit alami yang membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang.
Perubahan Signifikan Gaya Hidup di Daerah Dorong Tren Layanan Keuangan Digital Lebih Adaptif
Selain itu, air kelapa juga mengandung gula alami yang dapat membantu memulihkan energi secara bertahap. Tak hanya itu, ia menyebut air kelapa memiliki sifat basa yang dapat membantu menetralisir asam lambung, yang sering meningkat setelah perut kosong seharian saat berpuasa.
“Itu sebabnya kita mesti minum air kelapa,” katanya.
Anjuran ini menjadi edukasi pola makan dan minum yang lebih sehat selama Ramadhan. Memilih minuman dengan kandungan gula alami dan elektrolit dinilai lebih baik dibandingkan minuman tinggi gula tambahan.
“Jadi Anda mau minum sirup atau air kelapa sesudah penjelasan saya?” tutupnya.










