Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang Hari Ini, 16 Ramadan 1447 H

Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang Hari Ini, 16 Ramadan 1447 H

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 6 Maret 2026 - 02:15
share

Tersangka kasus tudingan ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, menyoroti pelaporan terhadap Rismon Sianipar atas kasus dugaan ijazah palsu. Menurutnya, pihak yang melaporkan Rismon ke polisi hanya mau menggeser isu ijazah Jokowi. "Status dia (Rismon) itu tetap benar, status ijazahnya tetap benar, selama belum dibuktikan di pengadilan bahwa itu palsu," tegas Roy dalam program Interupsi bertajuk "Babak Baru, Rismon Dilaporkan Ijazah Palsu," yang ditayangkan iNews, Kamis (5/3/2026).

Roy menilai, legal standing pelapor kasus dugaan ijazah palsu Rismon tak jelas. Apalagi, kata dia, tak ada bukti kuat yang mengatasnamakan Yamaguchi University.

Baca Juga: Rismon Sianipar Dilaporkan ke Polda Metro atas Dugaan Ijazah S2 dan S3 Palsu

"Mana yang katanya dari Yamaguchi. Saya husnuzan saja, kalau sebelum ada bukti hitam di atas putih dari Yamaguchi bukan hanya email, tetapi surat resmi ada cap basahnya, klir," tegas Roy.

Roy meminta publik untuk jangan mau digeser dari isu dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). "Sudahlah, ini orang-orang ini sudah jelas tadi kata Bang Refly, ya. Orang-orang ini hanya mau menggeser gawang saja, geser. Maka, di hari yang sangat, di bulan yang suci ini, orang-orang yang suka apa, hanya mengeluarkan kata-kata kasar ini, tobatlah dia. Nah, mereka harus tobatlah gitu," pungkas Roy.Sebelumnya, Ketua Harian YouTuber Nusantara Taufik Bilfaqih yang melaporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya atas tuduhan dugaan kepemilikan ijazah palsu dari Universitas Yamaguchi, Jepang.

Rismon menyampaikan bahwa dirinya menghargai sepenuhnya hak hukum yang dilakukan oleh Taufik Bilfaqih sebagai pelapor yang juga turut didampingi oleh Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu Andi Azwan.

"Saya akan meladeni, cuma ada nanti konsekuensi. Akan saya laporkan balik kalau itu nggak terbukti, ya," ucap Rismon ditemui di depan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (13/2/2026).

Bukan Pengalihan Isu Ijazah Jokowi

Sementara, Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu Andi Azwan menampik anggapan yang menyebut laporan kasus dugaan ijazah palsu Rismon Hasiholan Sianipar bagian dari upaya pengalihan isu dari polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

"Ya saya rasa bukan itu maksud kita (mengalihkan isu ijazah Jokowi)," kata Andi dalam program Interupsi.

Ia meyakini temuan terkait dugaan ijazah palsu tersebut murni berangkat dari data dan fakta yang ditemukan. Andi mengungkapkan bahwa kecurigaan ini sudah muncul sejak tujuh bulan lalu saat dibahas dalam program Rakyat Bersuara. Berdasarkan analisisnya, terdapat perbedaan mencolok antara ijazah asli dari Jepang dengan dokumen milik Rismon."Kalau di Jepang itu ijazahnya itu selalu berwarna kuning dan karena dibuat dari serat bambu, sedangkan yang ini hanya kertas HVS," ujarnya.

Selain itu, dia menyoroti kejanggalan pada penggunaan huruf Romaji pada nama rektor Universitas Yamaguchi milik Rismon. Padahal, ijazah berbahasa Jepang biasanya tidak menggunakan huruf Romaji.

Selain persoalan fisik ijazah, ia juga menyoroti adanya penolakan paten oleh Universitas Yamaguchi serta ketidakjelasan mengenai disertasi milik Rismon. Ia mengklaim memiliki bukti korespondensi langsung dengan pihak universitas di Jepang untuk memperkuat laporannya tersebut.

"Sebetulnya banyak sekali, tapi yang paling menonjol ketika waktu Rakyat Bersuara itu saya tonjolkan ini kelihatan semua," tuturnya.

Topik Menarik