Berkat Judol, Tim Software Engineer Indonesia Raih Juara OpenAI Codex Hackathon Singapore

Berkat Judol, Tim Software Engineer Indonesia Raih Juara OpenAI Codex Hackathon Singapore

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 5 Maret 2026 - 10:54
share

Inovasi teknologi untuk membantu atasi judi online (judol) membawa tim software engineer asal Indonesia berhasil menorehkan prestasi di ajang teknologi internasional dengan meraih juara kedua dalam OpenAI Codex Hackathon Singapore.

Tim tersebut beranggotakan tiga orang engineer Indonesia, salah satunya adalah Reynaldo Wijaya Hendry. Mereka memenangkan posisi runner-up melalui proyek bernama GambitHunter, sebuah sistem yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi pelaku di balik situs judi online.

Melalui akun media sosial X miliknya, Reynaldo mengungkapkan bahwa ide proyek tersebut lahir dari keprihatinan terhadap maraknya judi online. Ia bahkan menulis secara satir, “Judi online (judol) berhasil membawa tim kami meraih juara 2 di OpenAI Codex Hackathon Singapore!”, dikutip Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Kisah Adhiguna Kuncoro, Peneliti Indonesia di Google DeepMind London dan Kecanggihan Gemini

Reynaldo menjelaskan bahwa judi online merupakan masalah serius di Indonesia. Banyak korban terjerat utang akibat kecanduan, bahkan dalam sejumlah kasus memicu tindak kriminal. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga meluas ke masyarakat.Menurutnya, pemerintah selama ini telah memblokir banyak situs judi online. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif. Ia menggambarkan upaya pemblokiran domain sebagai permainan “kucing dan tikus”, karena ketika satu situs ditutup, banyak situs baru bermunculan dengan nama dan domain berbeda.

Baca juga: Cerita Sastia Prama Putri, Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Berpaspor Indonesia

Melihat kondisi tersebut, timnya mencoba menawarkan pendekatan berbeda melalui GambitHunter. Alih-alih menargetkan domain situs, sistem ini berfokus pada pencarian rekening bank dan nomor telepon yang digunakan dalam proses deposit di situs judi online.

“Dari data tersebut, kita bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai pelaku, sehingga aparat dapat bertindak lebih efektif,” tulis Reynaldo.

Secara teknis, GambitHunter terdiri dari dua komponen utama, yaitu eksplorasi dan ekstraksi. Pada tahap eksplorasi, agen sistem memanfaatkan mesin pencari web untuk mengumpulkan berbagai situs yang berpotensi berkaitan dengan aktivitas judi online.Selanjutnya, pada tahap ekstraksi, agen berbasis model OpenAI Codex akan menelusuri situs-situs tersebut untuk mencari informasi penting seperti nomor rekening bank dan nomor telepon yang digunakan. Proses ini bahkan dapat mencakup simulasi pendaftaran akun di situs tersebut guna mengidentifikasi data yang relevan.

Sistem tersebut kemudian merekap seluruh informasi yang ditemukan, termasuk bukti berupa tangkapan layar dari data yang muncul di situs. Informasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi aparat penegak hukum dalam menelusuri jaringan pelaku judi online.

Melalui inovasi tersebut, tim engineer Indonesia berhasil menarik perhatian juri dan meraih posisi runner-up di ajang hackathon internasional tersebut. Ke depan, mereka berharap teknologi seperti GambitHunter dapat membantu upaya pemberantasan judi online secara lebih efektif di Indonesia.

Topik Menarik