Ulah Taqy Malik Berimbas ke Pekerja Indonesia di Arab Saudi: Ada yang Dipenjara

Ulah Taqy Malik Berimbas ke Pekerja Indonesia di Arab Saudi: Ada yang Dipenjara

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:23
share

JAKARTA, iNews.id – Tindakan Taqy Malik yang memborong ribuan Alquran untuk program wakaf bisnis disebut berdampak pada pekerja migran Indonesia di Makkah dan Madinah. Kebijakan otoritas setempat kini dikabarkan semakin ketat setelah aksi tersebut menjadi sorotan.

Salah satu sahabat Taqy, Randy Permana, mengungkapkan pembelian mushaf dalam jumlah besar memicu kecurigaan aparat. Polisi Arab Saudi disebut mencurigai adanya praktik jual-beli Alquran secara ilegal oleh jamaah umrah.

"Gara-gara dia beli ribuan, sekarang kita beli 2-3 dus saja sudah dibatasi. Polisi mengira kita jualan," kata Randy dalam wawancaranya secara virtual belum lama ini.

Menurut Randy, dampak pengetatan aturan itu dirasakan langsung oleh para pekerja migran Indonesia yang ingin menyalurkan wakaf. Bahkan, beberapa di antaranya sempat diamankan aparat.

"Sudah beberapa kali teman-teman saya tertangkap polisi, dipenjara 3 sampai 4 hari. Perkaranya hanya karena mau mewakafkan mushaf, tapi dikira jualan karena aturan sudah diperketat gara-gara ulah satu orang ini," tuturnya kecewa.

Randy mengaku telah berulang kali mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati dalam menyalurkan wakaf. Dia menyarankan agar distribusi dilakukan bertahap dan tidak mencolok.

"Saya sudah bilangin, 'Bro, hati-hati ya, jangan terang-terangan'. Saya sendiri juga melakukan untuk menyalurkan wakaf tapi saya memang dari jamaah yang saya bawa dan itu jamaah kadang saya ajak belanja juga di tempatnya'," kata Randy.

"Tahun kedua saya sudah bilangin, 'Bro kalau kamu mau wakafkan mushaf, menyalurkan mushaf, dicicil saja 50, 100 antar ke masjid. Jangan langsung ribuan seperti itu," tambahnya.

Randy juga menyinggung kejadian pada 2025 ketika Taqy disebut menjadi incaran aparat karena dugaan membuka donasi online tanpa izin resmi otoritas setempat. Dia menyebut program sedekah makanan yang dijalankan Taqy turut menjadi perhatian.

"Dia buka sedekah makanan juga, yang di mana rata-rata harga sedekah makanan di sana itu kurang lebih sekitar 8 riyal, 10 riyal sampai 15 riyal. Itu kurang lebih secara rupiah mungkin dalam Rp50.000-an lah. Tapi dia membuka itu dengan harga Rp100.000 per boks," ujar Randy.

"Akhirnya itu ramai lagi, dicarilah dia oleh polisi sekitar. Sampai yang awalnya dia stay di hotel, dia kabur, dia cari apartemen yang jauh dari masjid saat itu, tahun (2025) itu," lanjutnya.

Terbaru, Randy menilai Taqy belum menghentikan aktivitas tersebut dan kembali membuka donasi edisi Ramadan 2026. Dia mengaku sudah mencoba mengingatkan secara pribadi, namun tidak mendapat respons.

"Masih 2-3 minggu lagi tapi dia sudah membuka peluang itu lagi. Saya bilangin baik-baik, saya DM, 'Afwan brokku gini-gini bla bla bla'. Singkat cerita saya enggak digubris, dan saya lihat dia menyindir saya di Story dan saya di-unfollow. Nah itulah yang membuat 'Ah ini emang enggak bisa'," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dan klarifikasi dari Taqy Malik terkait kasus tersebut. 

Topik Menarik