Teknologi Medis Canggih Jadi Solusi Orang Indonesia Tak Berobat ke Luar Negeri Rp150 Triliun
JAKARTA – Sebanyak 2 juta orang Indonesia memilih berobat ke luar negeri setiap tahun, dengan total pengeluaran mencapai Rp150 triliun. Kondisi ini menjadi sorotan Presiden Prabowo, yang menekankan bahwa negara harus hadir sebagai pelindung dan pelopor dalam menjamin kesehatan rakyat.
CEO Eka Hospital Group, Rina Setiawati, mengakui bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, pihaknya menghadirkan tenaga medis terbaik, dari profesor hingga dokter spesialis, guna memperkuat kualitas layanan kesehatan di dalam negeri.
Selain itu, Eka Hospital juga memanfaatkan inovasi teknologi kesehatan terbaru sebagai alternatif bagi masyarakat, sehingga mereka tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.
“Kami lengkapi layanan dengan teknologi-teknologi terbaik. Dengan pendekatan interdisipliner ini, kami berharap pelayanan kesehatan yang diberikan dapat menahan pasien-pasien yang tadinya memilih berobat ke luar negeri agar tetap mendapatkan perawatan di Indonesia,” ujar Rina, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, intervensi medis melalui sentuhan teknologi kini diterapkan pada berbagai operasi. Hasilnya pun terbukti efektif, termasuk dalam hal keselamatan pasien, mulai dari operasi bedah digestif, urologi, hingga onkologi atau bedah tumor.
"Apa sih keunggulan dari robot surgery? Pada saat robot mencapai suatu lokasi, biasanya prosedur dilakukan oleh tangan manusia atau dokter. Nah, dengan robot, pemotongan jaringan tetap dilakukan, tetapi cara memotongnya sangat presisi karena dikendalikan robot," tutur Rina.
"Kalau ada organ atau jaringan yang letaknya agak tersembunyi atau tertutup oleh organ lain, robot ini bisa menjangkau hingga ke daerah yang sulit tersebut," tambahnya.
Tegas Rina, melalui berbagai strategi ini, diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di dalam negeri. Selain itu, rumah sakit di Indonesia juga bisa bersaing dengan fasilitas kesehatan di luar negeri.
"Jadi mereka juga membangun trust, membangun kepercayaan kepada pelayanan kesehatan Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, menekankan bahwa kehadiran rumah sakit yang memadukan teknologi medis terdepan, tenaga medis, dan seluruh staf pendukung berdedikasi dengan rekam jejak istimewa, merupakan keyakinan bahwa layanan kesehatan berkualitas, humanis, dan berkeadilan adalah hak dasar setiap warga.
Selain itu, keberadaan rumah sakit ini diharapkan dapat menjadi landasan menuju Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing, sebagaimana dicita-citakan oleh Pemerintah melalui visi “Astacita Menuju Indonesia Emas 2045.”










