Super Flu Gejalanya Umum, Tapi Bisa Diditeksi dengan WGS

Super Flu Gejalanya Umum, Tapi Bisa Diditeksi dengan WGS

Gaya Hidup | okezone | Senin, 12 Januari 2026 - 15:03
share

JAKARTA - Penyakit Super Flu memiliki gejala yang umum seperti penyakit influenza pada umumnya. Namun ternyata bisa dicek melalui laboratorium dengan alat WGS. Apa Itu? 

Merebaknya kasus Super Flu yang berasal dari virus Influenza A (H2N3) subclade K telah menjadi perhatian publik. Tercatat 62 kasus telah ditemukan di Indonesia yang tersebar di 8 provinsi dengan jumlah tertinggi di Jawa Timur dengan jumlah 23 pasien positif Super Flu.

Dosen Luar Biasa (LB) sekaligus ahli bidang Public Health Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Windhu Purnomo dr MS bisa dilakukan deteksi dini. 

Windhu menyebut bahwa dalam diagnosis penyakit Super Flu perlu adanya uji lanjut dengan pengujian di laboratorium. Pengujian tersebut disebut dengan WGS atau Whole Genome Sequencing. Alat tersebut untuk mendeteksi DNA virus H2N3 pada manusia. 

(Dr Windhu Purnomo dr MS)

Selain itu, Super Flu juga memiliki penularan yang lebih cepat dari flu biasa. Meski demikian Super Flu termasuk jenis penyakit yang tidak begitu berbahaya. 

"Bisa dilihat dari angka hospitalisasi dan fatalitas yang rendah. Dengan demikian, apabila imun tubuh kuat maka penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Namun penting untuk tidak memandang remeh penyakit Super Flu ini,” ungkapnya, seperti dikutip dari laman Unair, Senin (12/1/2025). 

Dalam pencegahannya, Windhu menekankan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Virus Super Flu menyebar melalui droplet, karena itu penting untuk menjaga kebersihan diri setelah menyentuh sesuatu. Cuci tangan secara rutin, memakai masker, olahraga rutin, serta istirahat cukup dapat menjadi kiat mencegah infeksi Super Flu.

 

“Gunakan masker dan tutupi hidung dan mulut saat batuk atau bersin. Droplet ini dapat menjadi media penularan Super Flu. Selain itu masyarakat perlu kritis dalam memilah informasi terkait Super Flu. Cari sumber informasi yang kredibel, jangan sampai menyebarkan hoax terkait Super Flu sehingga menimbulkan mispersepsi di masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut, Windhu menyebut bahwa pemantauan rutin (surveilans) menjadi kunci dalam mengontrol penyebaran penyakit Super Flu di masyarakat. 
Pemerintah perlu mendata berapa banyak pasien dengan kondisi gejala serupa flu (Influenza Like Illness) untuk kemudian dapat dilakukan pengujian WGS untuk mendeteksi Super Flu.

“Masyarakat tidak perlu panik dengan penyakit ini, jaga kesehatan dan terus terapkan PHBS. Dalam menangani kasus ini, pemerintah harus memberikan informasi yang tepat dan data yang real. Jangan meremehkan bahayanya, namun jangan pula memberikan rasa takut di masyarakat,” ujarnya. 

Menurutnya kasus Super Flu yang terjadi saat ini memiliki gejala yang umum, mirip dengan gejala flu pada umumnya.

“Secara umum gejalanya sama dengan flu biasa yaitu demam, batuk, dan pilek. Secara kasat mata sulit membedakan dengan flu biasa, namun apabila terdapat sesak nafas dan gejala sakit yang tidak kunjung sembuh maka perlu untuk diperiksakan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Topik Menarik