Polisi Ungkap Anrez Adelio Suruh Friceilda Prillea Lakukan Aborsi

Polisi Ungkap Anrez Adelio Suruh Friceilda Prillea Lakukan Aborsi

Gaya Hidup | inews | Selasa, 6 Januari 2026 - 21:21
share

JAKARTA, iNews.id – Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan aktor Anrez Putra Adelio (AP) dan tiktoker Friceilda Prillea (FA) alias Icel. Polda Metro Jaya menyebut terlapor sempat meminta korban menggugurkan kandungan setelah diketahui hamil.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Reonald Simanjuntak, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi dalam rentang waktu September 2024 hingga Mei 2025. Dalam periode itu, korban diduga mengalami tekanan psikis serius akibat ancaman penyebaran video intim yang direkam tanpa sepengetahuannya.

“Korban terpaksa melakukan hubungan layaknya suami istri dengan terlapor karena diancam akan disebarkan video hubungan tersebut,” ujar Reonald dalam jumpa pers, 29 Desember 2025.

Tekanan berulang itu, lanjut Reonald, berujung pada kehamilan korban yang saat ini telah memasuki usia delapan bulan. Situasi tersebut justru membuat terlapor diduga meminta korban untuk mengakhiri kehamilan.

“Pada saat korban hamil, terlapor menyuruh korban untuk meminum obat guna menggugurkan kandungan. Namun korban inisial FA menolak,” katanya.

Penyidik mengungkap terlapor sempat membuat surat pernyataan yang berisi janji akan menikahi korban sebagai bentuk tanggung jawab atas kehamilan tersebut.

“Namun faktanya, terlapor tidak melaksanakan tanggung jawab itu, sehingga korban merasa dirugikan dan akhirnya melaporkan kejadian ini ke SPKT Polda Metro Jaya,” ujar Reonald.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa dan mengantongi tiga nama saksi yang dinilai relevan dengan perkara tersebut. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan guna memperkuat pembuktian.

Barang bukti itu meliputi satu lembar tangkapan layar percakapan, satu lembar surat pernyataan, satu lembar foto terlapor, serta satu lembar foto hasil pemeriksaan USG korban.

Polda Metro Jaya menegaskan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan. Polisi meminta publik bersabar menunggu hasil penyidikan lebih lanjut.

“Mohon waktu, biarkan penyidik bekerja. Kami pastikan proses penegakan hukum berjalan transparan, profesional, dan proporsional,” tutup Reonald.

Topik Menarik