Super Flu Subclade K Rentan Menyerang Anak-Anak, Waspada Jadi Penyakit Serius!

Super Flu Subclade K Rentan Menyerang Anak-Anak, Waspada Jadi Penyakit Serius!

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 2 Januari 2026 - 19:36
share

JAKARTA, iNews.id - Infeksi Super Flu Subclade K yang merupakan turunan dari Influenza A(H3N2) menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia. Terlebih, sudah ada total 62 kasus di seluruh Indonesia.

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kelompok anak-anak, lansia, dan penderita komorbid menjadi yang paling rentan mengalami masalah serius jika terpapar virus Super Flu Subclade K. Menjadi pertanyaan, apa yang akan terjadi jika anak-anak terinfeksi virus ini?

"Anak kecil khususnya di bawah 5 tahun memang kelompok berisiko tinggi terhadap infeksi yang ditularkan melalui saluran pernapasan, karena dari sistem imunitas mereka masih berkembang," ungkap Ahli Epidemiologi Griffith University Australia dr Dicky Budiman saat dihubungi iNews.id, Jumat (2/1/2026).

Ilustrasi anak sakit influenza A atau H1N1pdm09 alias flu babi. (Foto: Ilustrasi AI)

Dokter Dicky Budiman mengungkapkan, imunitas anak yang masih belum sempurna menjadi alasan Super Flu kerap menyerang anak-anak, khususnya di musim liburan ini.

"Mereka ini cenderungnya rawan karena dari sisi imunitas yang masih berkembang, ditambah lagi apalagi kalau orang tua atau yang menjaga mengasuhnya ini tidak paham, dibawa kesana-sana, liburan sana-sini," paparnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkap situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr Prima Yosephine, menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3N2) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali diidentifikasi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan," ujar dr Prima.

Di Indonesia, hasil surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3N2) merupakan varian dominan. Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Topik Menarik