Loading...
Loading…
Vespagraphy Gelar Touring dan Kelas Fotografi Bagi Anak di Bandung

Vespagraphy Gelar Touring dan Kelas Fotografi Bagi Anak di Bandung

Gaya Hidup | jawapos | Minggu, 08 November 2020 - 17:25

JawaPos.com Pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama 8 bulan, membuat kita terus berupaya untuk mencari cara agar bisa tetap beraktivitas dengan aman. Tantangan tersebut pada akhirnya harus dihadapi agar kita bisa keluar dari krisis, dengan melakukan adaptasi hal-hal baru. Mengusung tema Touring Memperingati Hari Pahlawan, komunitas Vespagraphy menyelenggarakan New Normal Kelas Eksplorasi Vakansi yang dilangsungkan di Desa Rawabogo, Ciwiday, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Aktivitas dilakukan dengan protokol Covid-19, menerapkan 3M Plus, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, plus menjaga kreativitas.

Kelas Eksplorasi Vakansi adalah program tahunan komunitas vespagraphy, dengan melakukan touring sekaligus berkegiatan edukatif bersama anak-anak sekitar. Sedangkan New Normal Kelas Eksplorasi Vakansi adalah cara mereka merespons pandemi dengan tetap beraktivitas sesuai protokol kesehatan. Touring ini diawali dengan rapid test, untuk memastikan seluruh anggota yang akan mengikuti touring dalam keadaan terbebas dari covid-19.

Sebanyak 11 vespa berangkat dari Jakarta pada 6 November, menempuh jarak sekitar 190 KM. Vespa yang mengikuti perjalanan terdiri dari beragam tipe, salah satunya adalah vespa VGLA tahun 1963 pemberian pemerintah era Soekarno kepada anggota TNI yang melaksanakan misi perdamaian di Kongo. Kehadiran vespa Garuda itupun menambah semangat mereka untuk melanjutkan misi kemanusiaan dengan cara kekinian.

Ketua pelaksana Touring Memperingati Hari Pahlawan, Haritsah Al Mudatsir menyampaikan, yang dilakukan komunitas Vespagraphy bertujuan agar seluruh elemen masyarakat tetap berdaya, berbagi, mengekplorasi dan saling teredukasi. Aktivitas ini adalah bagian dari memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November. Kami berupaya agar nilai semangat juang yang dimiliki oleh para pahlawan bisa tetap terjaga, sehingga para siswa sekolah yang aktivitasnya dibatasi, tetap memiliki semangat untuk meraih cita-cita, ungkapnya.

Pandemi covid-19 juga membuat metode pembelajaran menjadi berubah. Proses pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan, kerap menimbulkan kejenuhan di kalangan siswa. Komunitas Vespagraphy pun berinisiatif untuk berbagi pengalaman baru dalam proses belajar dengan cara yang menyenangkan. Maka kami pun mengenalkan fotografi alternatif dengan media scanner atau pemindai. Peserta yang berjumlah 25 anak dari siswa SD sekitar Desa Rawabogo, diajak untuk mendapatkan pengalaman baru dengan mewujudkan imajinasi dalam bentuk fotografi.

Setiap kelompok yang berangggotakan 4 orang. Para siswa dipacu agar terbiasa saling berkomunikasi dan bekerja sama dalam menghasilkan 8 karya secara kolektif. Selain itu, mereka juga diajak untuk memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan kehidupan mereka.

Anggota vespagraphy saat memberikan materi kelas fotografi alternatif (scanography) pada 25 anak dari siswa SD di Desa Rawabogo, Ciwiday, Kabupaten Bandung, Jabar.

Pegiat fotografi alternatif Muhamad Arifien mengungkapkan, pengalaman baru di dalam scanography dapat melatih kepekaan siswa agar bisa memanfaatkan hal-hal yang ada di sekelilingnya. Dalam proses berkreativitas, kita bisa memanfaatkan hal-hal yang ada di sekeliling kita untuk dijadikan objek yang menarik dengan cara yang tidak biasa. Para siswa memindai dengan menggunakan objek mainan, serta tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar dengan cerita di balik setiap karyanya, bebernya.

Vespagrahphy berharap kegiatan New Normal Kelas Eksplorasi Vakansi ini bisa memantik semangat untuk tetap belajar dan berkarya di tengah keterbatasan. Melakukan hal baru dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekililing kita. Sehingga bisa berkelanjutan dan tetap berkreativitas dalam menghadapi beragam tantangan dan keluar dari krisis pandemi.(Har).

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{